PAK HARTO: PROTEIN KEBUTUHAN STRATEGIS PADA PERTUMBUHAN MANUSIA

Pak Harto: Protein Kebutuhan Strategis pada Pertumbuhan Manusia

Presiden kedua Republik Indonesia, Jenderal Besar HM Soeharto menyebutkan, kebutuhan rakyat tidak hanya menyangkut kepada nasi saja, tapi pangan yang bermutu. Selain karbohidrat untuk meningkatkan fisik, manusia juga membutuhkan protein untuk pertumbuhan otak dan meningkatkan kecerdasan manusia.

“Selain karbohidrat, tubuh juga membutuhkan protein yang membawa pengaruh pada pertumbuhan dan kecerdasan daripada manusia,” sebut Pak Harto dalam temu wicara dengan Sesko ABRI di Tapos, 24 Desember 1995.

Bapak Pembangunan menjelaskan, kekurangan protein akan membawa pengaruh buruk dalam tumbuh kembang anak. Kecerdasan manusia ternyata terletak kepada supply protein.

“Kita lihat saja, konsumsi daging daripada negara-negara maju, yang sudah berani makan pokoknya bukan karbohidrat, tetapi protein seperti daging. 1 orang per hari membutuhkan 200 -- 250 gram daging. Sedangkan di kita, 200-250 gram daging itu untuk satu keluarga, itupun belum tentu tiap hari,” tambah Pak Harto.

Hal inilah yang menjadi dasar dari pemerintah, selain meningkatkan produksi beras juga meningkatkan sektor peternakan di Indonesia untuk memenuhi pasokan protein.

“Selain beras, kita juga harus memperhatikan kebutuhan protein, karena protein menjamin tumbuh kembang, terutama kecerdasan anak,” sebut Presiden Soeharto.

Memenuhi kebutuhan protein sangat diutamakan, karena Indonesia yang menuju era tinggal landas harus mampu bersaing dengan negara-negara lain. Pembangunan sumber daya manusia berarti juga pembangunan dari manusia-manusia.

“Berarti tidak hanya pembangunan daripada fisiknya, tetapi juga otaknya. Ternyata perkembangan otak terjamin dengan cukupnya kebutuhan pangan sejak tahun balita. Dengan demikian, protein memiliki peran strategis dalam pertumbuhan manusia,” terang Pak Harto.

Dengan demikian, peran pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidah hanya terletak dari karbohidrat saja, tetapi juga pada protein.

Narasi ini bagian dari Temu Wicara Presiden Soeharto dengan Sesko ABRI di Tapos, 24 Desember 1995

Lihat juga...