Pandemi Corona, Nelayan di Teluk Betung Tetap Melaut

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Nelayan di perairan Teluk Lampung, Bandar Lampung tetap melakukan aktivitas mencari ikan di laut.

Sutanto, nelayan tangkap dengan sistem pancing rawe dasar di muara sungai Bumiwaras menyebut meski pandemi Corona (Covid-19) melanda tidak mempengaruhi kegiatan rutinnya. Ia mengaku dengan melaut di perairan justru menjaga jarak dengan orang lain.

Proses menangkap ikan di laut yang dikerjakan pagi hari justru menyehatkan. Sebab udara pagi di perairan yang mengandung garam justru bagus untuk kesehatan pernapasan.

Pencarian ikan dengan pancing rawe dasar dan jaring berpelampung menurutnya kerap memperoleh ikan tanjan, tongkol, simba. Mencari ikan di laut menurutnya justru menjadi cara menghindari kerumunan.

Imbauan pemerintah untuk bekerja dari rumah (work from home) menurutnya sulit dikerjakan. Sebab tanpa melakukan proses penangkapan ia dan sejumlah nelayan lain tidak memiliki penghasilan.

Melaut di perairan yang berjarak satu mil dari daratan menurutnya sekaligus bagian dari menjaga jarak (social distancing/physical distancing) yang dianjurkan pemerintah.

“Nelayan tangkap tradisional yang melakukan kegiatan di laut justru menjaga jarak aman, namun tetap produktif menghasilkan ikan yang bisa dijual untuk menambah pendapatan keluarga,” terang Sutanto saat ditemui Cendana News, Senin (6/4/2020).

Sutanto menyebut hasil tangkapan ikan yang diperoleh menurutnya cukup stabil dalam kondisi cuaca bersahabat.

Hasil tangkapan ikan selanjutnya akan dijual ke pengepul yang ada di pantai Kunyit. Saat hasil tangkapan melimpah ia mengirim ikan yang diperoleh ke pasar Gudang Lelang yang menjadi lokasi jual beli ikan laut. Sekali melaut ia kerap mendapat hasil tangkapan rata-rata 60 hingga 100 kilogram.

Sutanto menambahkan tetap melaut untuk memenuhi kebutuhan pedagang. Sebab sebagai bahan kebutuhan pokok, ikan masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai lauk.

Sebagian produsen makanan berbahan ikan berupa pempek, tekwan, bakso ikan, nuget, kerupuk kemplang tetap membutuhkan bahan baku ikan. Meski pada sejumlah restoran dan rumah makan permintaan mulai berkurang.

“Aktivitas pasar tempat jual beli ikan masih tetap berjalan normal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga nelayan tetap mencari ikan,” bebernya.

Nelayan lain bernama Hasan menyebut permintaan ikan laut masih stabil. Sebagian nelayan di wilayah Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung dan wilayah Teluk Betung memenuhi permintaan sejumlah produsen kerupuk kemplang dan bakso.

Hasan, salah satu nelayan pencari ikan laut dengan sistem pancing rawe dasar siap mencari ikan laut, Senin (6/4/2020) – Foto: Henk Widi

Apalagi mendekati bulan Ramadan yang dimulai pada 23 April mendatang, permintaan olahan berbahan ikan akan meningkat.

“Meski dalam masa pandemi Covid-19 nelayan tetap melaut untuk memenuhi permintaan bahan baku kuliner yang berbahan ikan,” cetusnya.

Berbagai jenis ikan yang diperoleh nelayan dengan jaring rampus menurutnya cukup beragam. Ikan hasil tangkapan selanjutnya akan disortir. Beberapa ikan yang diperoleh meliputi parang, tanjan, tongkol, bekerek dan tenggiri.

Berbagai jenis ikan tersebut sebagian merupakan pesanan para produsen olahan kuliner dan sebagian dijual ke pasar Gudang Lelang.

Ningsih, pedagang ikan di Pasar Gudang Lelang, Teluk Betung, Bandarlampung menyebut pasokan ikan laut tetap normal.

Ningsih (kiri) salah satu pedagang ikan di pasar gudang lelang Teluk Betung, Bandar Lampung menunggu pembeli, Senin (6/4/2020) – Foto: Henk Widi

Pasokan ikan menurutnya berasal dari tempat pendaratan ikan di Rangai Tritunggal, Lempasing dan nelayan Teluk Betung. Pasar ikan menurutnya sudah beroperasi sejak Subuh hingga siang.

“Pedagang ikan dan sejumlah kebutuhan pokok tetap beroperasi karena masyarakat berharap jangan ada penutupan,” cetusnya.

Ningsih menyebut permintaan paling dominan ikan dilakukan oleh produsen olahan kuliner berbahan ikan. Sebab di wilayah tersebut merupakan pusat produsen olahan berbahan ikan.

Sebagian pedagang ikan menurutnya rata-rata memiliki alat penggiling ikan. Pembeli yang menginginkan daging ikan giling akan membawa pulang dalam bentuk daging giling.

Pada masa pandemi Covid-19 pengelola pasar tetap menyediakan tempat cuci tangan. Sejumlah ember dan galon dilengkapi dengan sabun digunakan untuk cuci tangan antisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19).

Sejumlah pedagang ikan beroperasi memakai masker sehingga tetap beraktivitas dengan normal.

“Standar kesehatan cegah Corona tetap dijalankan oleh pedagang di gudang lelang, meski tetap beraktivitas jual beli ikan,” tegasnya.

Pedagang ikan lain bernama Marsinem menyebut, meski beroperasi pembeli lebih sepi dibanding kondisi normal.

Marsinem (kiri) salah satu pedagang ikan laut yang tetap berjualan meski sejumlah tempat usaha di Bandar Lampung sementara tutup imbas Covid-19, Senin (6/4/2020) – Foto: Henk Widi

Warga yang memilih berada di rumah berimbas konsumen berkurang. Sebagai solusi ia dan sejumlah pedagang lain menurunkan harga ikan Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram.

Ikan yang semula dijual Rp50.000 dijual seharga Rp40.000 dan berbagai jenis ikan diturunkan harganya untuk menarik pembeli.

Lihat juga...