Pelayanan Haji Tetap Berjalan dengan Protokol Covid-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Nizar Ali, menegaskan, pelayanan haji pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupeten/Kota tetap berlangsung, meski tetap ada pembatasan dalam melakukan pendaftaran ulang pelunasan biaya haji dan pendaftaran haji, yakni maksimal lima orang dalam sehari.

“Pelayanan haji di Kantor Kemenag tidak tutup dan berjalan seperti biasa, tapi jemaah haji yang mendaftar ulang pelunasan dan pendaftar haji dibatasi maksimal lima orang per hari,” kata Nizar dalam Diskusi Jagong Haji dan Umrah melalui daring aplikasi Zoom, Jumat (10/4/2020).

Pembatasan orang ini, kata Nizar, mangacu pada kebijakan pemerintah daerahnya masing-masing yang mengatur tidak boleh ada kerumunan orang lebih dari lima orang. Pihaknya juga sudah membuat edaran terkait pelunasan yang mengimbau kepada jemaah haji yang ingin melunasi biaya haji melalui mekanisme non teller.

“Edaran kami terkait pelunasan sudah jelas mekanisme pelunasan itu melalui non teller,” jelasnya.

Dalam surat edaran tersebut ia berpesan kepada Kabid PHU Kanwil Kemenag Provinsi serta Kasi PHU di Kemenag Kabupaten Kota untuk terus mengkampanyekan pelunasan melalui non teller dan kalaupun tidak bisa melalui online, Kasi PHU bisa membuat jadwal pelunasan kepada jemaah haji.

“Kami meminta Kabid PHU Kanwil Kemenag Provinsi serta Kasi PHU di Kemenag Kabupaten Kota terus berkampanye pelunasan melalui online ataupun Kasi hajinya memberikan jadwal pelunasan,” tandasnya.

Lebih lanjut, terkait pelaksanaan manasik haji, Kementerian Agama akan memberikan materi manasik melalui online. Nizar mengimbau agar para pembimbing yang berasal dari Kantor Kemenag dan Kantor Urusan Agama harus di-upgrade kemampuannya menggunakan dan memanfaatkan teknologi.

“Karena tidak boleh ada kerumunan apalagi ada kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar, alternatifnya adalah melalui online, teman-teman KUA ini harus di-upgrade kemampuannya untuk melakukan bimsik secara online,” tandas Nizar.

Kemenag sendiri tengah menyiapkan materi bimbingan manasik berbasis audio visual, materi ini nantinya akan bisa diunduh di laman haji.kemenag.go.id ataupun kemenag.go.id.

Ia meminta Kasi PHU serta KUA terus menyosialisasikan kebijakan-kebijakan Kemenag dalam memberikan materi manasik terkini kepada masyarakat khususnya jemaah haji.

“Kita nanti akan siapkan bentuk manasik audio visual, dan videonya bisa di-download di web kemudian nanti videonya bisa dlihat di rumah. Kemenag juga akan mengirim buku manasik, serta memberi materi manasik melalui media massa,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (PB FKAPHI), Affan Rangkuti, mengapresiasi Dirjen PHU Nizar yang telah memberikan arahannya terkait informasi penyelenggaraan haji terkini, sehingga para pegiat haji yang berada di daerah dapat memberikan informasi dan edukasi perhajian kepada masyarakat.

Affan juga berharap, para pengurus FKAPHI menjadi pribadi yang sangat peduli dengan haji serta mampu melakukan pengelolaan manajemen yang bersentimen positif kepada haji.

“Wajib hukumnya bagi kita untuk memberikan pengarahan dan penyejukan kepada pihak-pihak tersebut agar tidak berbicara sembarangan yang nantinya dapat melakukan penodaan yang tidak baik bagi bangsa khususnya bagi umat Islam,” pungkas Affan.

Lihat juga...