Pelindo Maumere Berharap Bongkar Muat Barang Bisa Malam Hari

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Bupati Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Frasiskus Roberto Diogo, dalam surat edaran terkait penanganan Covid-19 Jumat (27/3/2020) menegaskan bahwa masyarakat boleh melakukan kegiatan kemasyarakatan hingga pukul 19.00 WITA.

Pemberlakuan jam malam tersebut diambil guna mencegah penyebaran virus Corona Covid-19 mengingat masyarakat masih berkeliaran di jalan raya meskipun telah ada aturan soal social distancing.

“Memang awalnya ada operator dan pemilik barang menanyakan terkait dengan penutupan di pintu perbatasan antara kabupaten Sikka dan Flores Timur serta Ende,” sebut Ari Filardi, GM Pelindo III cabang Maumere, Jumat (3/4/2020).

GM Pelindo III cabang Maumere, kabupaten Sikka, NTT, Ari Filardi yang ditemui di kantornya, Jumat (3/4/2020). Foto: Ebed de Rosary

Ari mengatakan, setelah ditanyakan ke pemerintah kabupaten Sikka, ada pengecualian bagi angkutan logistik sehingga pihaknya langsung menyampaikan ke perusahaan kontainer dan pemilik barang.

Sementara soal permintaan pengecualian pemberlakuan jam malam terkait aktivitas bongkat muat barang di pelabuhan belum disampaikan ke Pemda Sikka, sesuai permintaan pemilik barang dan perusahaan kontainer.

“Nanti kami akan diskusikan juga dengan Pemda Sikka dan Polres Sikka sebab banyak pemilik barang yang memasukkan barangnya ke kontainer hingga malam hari,” ujarnya.

Ari mengatakan pihaknya menjamin setiap pekerja yang beraktivitas hanya orang-orang yang memang sedang bekerja sehingga yang tidak melakukan aktivitas dan masyarakat pasti dilarang masuk ke areal pelabuhan.

Pihaknya harus menjamin pasokan barang stabil terutama sembako sehingga aktivitas bongkar muat barang tetap berjalan lancar namun tetap memperhatikan standar kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Dalam sebulan masih masuk 5 sampai 7 kapal kontainer. Dalam sebulan berkisar antara 1.500 sampai 1600 TEUS dari biasanya normal sebanyak 1.800 TEUS,” jelasnya.

Memang biasanya awal tahun selalu terjadinya penurunan volume barang yang masuk bahkan di Jawa saja bisa mencapai 20 persen dan ini merupakan sesuatu yang normal sehingga tidak bisa dikaitkan dengan adanya virus Corona.

Sekda Sikka, Wilhelmus Sirilus, mengatakan, bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dalam surat edaran menyebutkan, masyarakat diperkenankan untuk melakukan tugas pelayanan maupun usaha ekonomi produktif dengan tetap memperhatikan upaya pencegahan kejadian Covid-19.

Surat edaran tersebut kata Sirilus, sudah disampaikan kepada para camat untuk diteruskan kepada para kepala desa dan dibacakan saat pengumuman keliling kota dan di setiap desa termasuk disampaikan kepada pelaku usaha.

“Masyarakat diminta untuk mematuhi imbauan ini demi kebaikan bersama agar kabupaten Sikka bisa terhindar dari penyebaran virus Corona yang begitu cepat dan mematikan,” sebutnya.

Dalam surat edaran tersebut bupati Sikka kata Sirilus, masyarakat boleh melakukan kegiatan kemasyarakatan hingga pukul 19.00 WITA kecuali petugas medis, petugas Posko Percepatan Pencegahan Covid-19, Satpol PP, pegawai BPBD, serta aparat kepolisian dan TNI yang sedang bertugas.

“Seluruh masyarakat umum lainnya dilarang untuk berada di luar rumah selepas pukul 19.00 WITA. Tempat usaha juga semuanya harus ditutup agar warga jangan berkumpul,” tuturnya.

Lihat juga...