Pemdes Krambilsawit Antisipasi Pendatang dari Zona Merah Covid-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Pemerintah Desa (Pemdes) Cerdas Mandiri Lestari Krambilsawit, Saptosari, Gunungkidul, mengambil langkah serius guna mengantisipasi penularan dan penyebaran virus Corona yang tengah menjadi pandemi saat ini.

Hal itu dilakukan mengingat banyaknya warga Desa Krambilsawit yang bekerja di wilayah perantauan khususnya di sejumlah kota yang merupakan kawasan zona merah seperti DKI Jakarta dan sebagainya.

Kepala Desa Krambilsawit, Sabiya, mengatakan dari total jumlah penduduk sebanyak 1900-an KK, sedikitnya ada sekitar 600 orang warga Desa Krambilsawit yang bekerja di luar daerah. Mereka mayoritas merupakan para pekerja aktif baik itu pedagang keliling, pedagang makanan, angkringan, tenaga tukang, dan sebagainya.

Kepala Desa Krambilsawit, Sabiya, ditemui Cendana News, Kamis (9/4/2020) – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Bersama sejumlah elemen masyarakat seperti ormas dan relawan kita mendirikan pos-pos jaga pemantauan virus Corona yang bertugas selama 24 jam. Pos ini didirikan karena banyaknya pendatang dari wilayah zona merah yang masuk. Tujuannya untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa berpotensi menyebarkan virus,” ujarnya, Kamis (9/4/2020).

Menurut Sabiya, keputusan untuk menolak warga pendatang dari kawasan zona merah itu dilakukan atas kesepakatan bersama seluruh warga Desa Krambilsawit.

Diharapkan dengan tindakan tersebut wilayah Desa Krambilsawit tidak dijadikan sebagai tempat persembunyian orang dari luar daerah sehingga berpotensi menularkan virus Corona.

“Untuk warga dari luar daerah namun bukan kawasan zona merah, tetap boleh pulang ke Krambilsawit. Namun mereka harus membawa surat rekomendasi kesehatan untuk ditunjukkan kepada petugas pos jaga. Selain itu setiap pendatang juga wajib melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari,” ungkapnya.

Sejauh ini upaya yang dilakukan pemerintah Desa Krambilsawit ternyata terbukti efektif mencegah penyebaran virus Corona di desa binaan Yayasan Damandiri itu. Setelah 14 hari berjalan, tercatat belum ada satu pun warga Desa Krambilsawit yang dinyatakan positif terkena virus Corona.

“Kita Pemerintah Desa juga sangat mengapresiasi berbagai pihak termasuk Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit, ormas tingkat desa maupun relawan lainnya yang mau terlibat untuk saling bahu-membahu dan bersama-sama mengatasi persoalan virus Corona ini,” pungkasnya.

Lihat juga...