Pemkab Kutai Timur Salurkan 18.000 Paket Sembako

Bupati Kutai Timur, Ismunandar, saat menyerahkan secara simbolis paket sembako di Posko Bantuan Sosial penanganan COVID-19 di Kutim – Foto Ant

SAMARINDA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menyalurkan paket sembako bagi 18.000 Kepala Keluarga ( KK) kurang mampu, yang terdampak pandemi COVID-19.

“Pembagian paket sembako itu akan berlangsung selama tiga bulan, terhitung mulai April hingga Juni 2020,” kata Bupati Kutim Ismunandar, saat menyerahkan secara simbolis paket sembako di Posko Bantuan Sosial penanganan virus korona.

Bantuan yang diberikan beras 10 kilogram, minyak, gula, mie instan, sarden dan kecap manis. Nilai satu paket bantuan Rp 350.000. “Mulai Sabtu (4/4/2020) tim akan turun membagikan bantuan paket sembako bagi warga terdampak corona untuk kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Pembagian paket sembako ini khusus untuk warga yang sudah terdata oleh tim dari Dinas Sosial,” jelas Ismu.

Menurutnya, penyaluran bantuan paket sembako tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo kepada Pemerintah Daerah, untuk membantu warga terdampak virus corona, akibat pembatasan aktivitas warga.

“Saya meminta tiap RT membantu dalam penyaluran bantuan paket sembako ini, jangan sampai salah sasaran, dan jangan ada yang ketinggalan karena belum tercatat oleh tim satgas COVID-19. Penyaluran ini adalah amanah, sehingga harus dilaksanakan dengan sebaik- baiknya.Tidak perlu menanggapi komentar miring yang berseliweran di media sosial, sekarang mari kita jalankan amanah ini dengan baik dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kutai Timur, Jamiatul Khair Daik menyebut, bantuan tersebut nantinya akan menyasar seluruh rumah tangga miskin yang sudah terdata oleh tim dari Dinas Sosial penanganan virus corona. “Data di lapangan mungkin bisa berubah, jadi jika benar-benar masuk dalam kategori layak dibantu, kita akan berikan bantuan,” ujarnya.

Dari catatanya, stok beras yang dibutuhkan saat ini masih kurang, sehingga pemerintah daerah mengajukan bantuan kepada Provinsi Sulawesi Tengah, untuk mengatasinya. “Kami juga sudah meyiapkan beras lokal produksi dari bebarapa kecamatan di Kutim,” tandas Jamiatul Khair. (Ant)

Lihat juga...