Pemprov Bali Sudah Salurkan Bansos ke Kelompok Rentan Covid-19

Bantuan bahan pokok yang disiapkan di Dinsos P3A Bali untuk membantu kelompok yang rentan terdampak COVID-19 – Foto Ant

DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sudah menyalurkan sejumlah Bantuan Sosial (Bansos) untuk kelompok rentan terdampak COVID-19 di daerahnya.

“Dinas Sosial Provinsi Bali secara terus-menerus hampir seminggu dua kali mengantarkan bantuan kepada kelompok-kelompok rentan, di luar skema Bantuan Pangan Non-Tunai dan Program Keluarga Harapan,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, di Denpasar, Sabtu (4/4/2020).

Di antara kelompok rentan yang telah diberikan bantuan adalah anggota Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Provinsi Bali. “Anggota Pertuni yang mayoritas berprofesi sebagai tukang pijat ini banyak yang kehilangan pekerjaan. Kalau pada saat pariwisata ramai, saudara-saudara pemijat tuna netra banyak mendapatkan pelanggan, tetapi saat ini mulai sepi sehingga diberikan bantuan sembako,” ujarnya.

Dewa Indra menyebut, program bantuan sosial yang sifatnya insidental ini akan terus berjalan, untuk membantu kelompok-kelompok rentan yang ada di Bali. “Ini sebenarnya, terus berjalan dan luput dari pemberitaan media karena fokus menyampaikan informasi COVID-19 dari sisi kesehatan,” katanya.

Sementara untuk kelompok masyarakat miskin juga telah diberikan bantuan pemerintah pusat melalui skema Program Keluarga Harapan (PKH). “Bantuan sudah diberikan, nilainya ditambah, jangka waktu juga diperpanjang sampai sembilan bulan. Ini sudah dilakukan dengan baik melalui Dinas Sosial Provinsi Bali,” tandas lelaki yang juga menjadi Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali tersebut.

Untuk masyarakat miskin, juga diberi Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan ini sudah didata oleh Dinsos, bahkan sudah ditransfer uangnya langsung kepada yang bersangkutan.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra menambahkan, untuk Program Keluarga Harapan di Bali diterima oleh 87.686 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah tersebut ada penambahan sebanyak 8.635 KPM.

Sedangkan untuk BPNT kartu sembako, diberikan kepada 207.201 keluarga penerima manfaat. Jumlah tersebut ada penambahan sebanyak 65.982 KPM. “Keluarga penerima manfaat ini didapatkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Yang masuk dalam data ini adalah 40 persen masyarakat yang sangat miskin dan miskin di Bali,” jelasnya.

Selain anggota Pertuni, kelompok rentan yang diberikan bantuan insidental dari Pemprov Bali juga tertuju pada lansia miskin dan kaum difabel penyandang cacat berat dan miskin. (Ant)

Lihat juga...