Pemuda Miliki Peran Cegah Penyebaran Virus Covid-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Keprihatinan bertambahnya jumlah penderita Corona Virus Disease (Covid-19) mendorong pemuda ikut melakukan langkah pencegahan.

Dedy Kurniawan, tokoh pemuda di Dusun Sumbersari, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) menyebut langkah preventif perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus terutama di wilayah desa.

Dedy Kurniawan, tokoh pemuda di Dusun Sumbersari Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan saat proses disinfeksi pada puluhan rumah cegah Covid-19, Minggu (5/4/2020) – Foto: Henk Widi

Dedy Kurniawan menyebut upaya pencegahan telah dilakukan oleh desa dengan penyemprotan disinfektan pada sebanyak 8 dusun.

Langkah sosialisasi juga telah dilakukan agar bekerja dari rumah (work from home), menjaga jarak aman (physical distancing) menghindari kerumunan, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Penyiapan tempat cuci tangan dengan sabun, cairan hand sanitizer telah dilakukan pada sejumlah rumah.

Bekerjasama dengan aparatur desa, Babinsa Koramil 421-03/Penengahan, Dedy Kurniawan menggerakkan pemuda setempat. Disinfeksi dengan cairan disinfektan berupa wipol, deterjen cair menurutnya perlu dilakukan secara kontinyu.

Sebab sebagian warga yang merantau di Jakarta, Tangerang dan tamu dari Jawa Tengah datang ke wilayah tersebut.

“Sebagian warga yang bekerja di wilayah zona merah Covid-19 pulang kampung sehingga perlu ada upaya pencegahan terpaparnya virus melalui peran  pemuda yang ikut terpanggil melakukan langkah disinfeksi,” terang Dedy Kurniawan saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (5/4/2020).

Meski pulang kampung atau mudik tidak bisa dicegah, Dedy Kurniawan menyebut langkah preventif telah dilakukan. Pihak desa setempat menurutnya telah membuat bilik disinfektan. Sehingga sejumlah warga yang mudik harus menjalani disinfeksi dan melakukan isolasi mandiri. Penyemprotan fasilitas umum berupa masjid, lapangan olahraga, rumah warga dilakukan rutin.

Disinfeksi  menggunakan alat penyemprot dilakukan dengan alat pelindung diri (APD) sederhana. Bagi sebagian warga yang berprofesi sebagai petani, penggunaan alat penyemprot menjadi hal biasa. Sebab alat penyemprot yang digunakan merupakan alat sehari-hari yang digunakan untuk menyemprot hama di lahan pertanian.

“Disinfeksi masih akan kami lakukan sembari melakukan sosialisasi agar warga tetap ada di rumah hingga virus Covid-19 berakhir,” bebernya.

Peran pemuda menurutnya penting dilakukan untuk membantu pencegahan penyebaran Covid-19. Menggunakan dana swadaya, puluhan pemuda di dusun tersebut berkeliling ke sebanyak 139 rumah.

Disinfeksi dilakukan pada bagian gagang pintu rumah, jendela dan sejumlah peralatan rumah yang kerap disentuh. Protokol kesehatan untuk rutin mencuci tangan dengan sabun usai beraktivitas disampaikan kepada warga.

Kepala Dusun Sumbersari, Omon Budianto, menyebut disinfeksi telah dilakukan dua kali. Pertama penyemprotan dilakukan pada bulan Maret lalu.

Penyemprotan cairan disinfektan dilakukan oleh warga secara swadaya digagas oleh pemuda untuk pencegahan Corona, Minggu (5/4/2020) – Foto: Henk Widi

Memasuki bulan April dengan perkembangan bertambahnya kasus terkonfirmasi Covid-19 disinfeksi kembali dilakukan. Protokol kesehatan yang dilakukan menurutnya dengan mendata warga yang datang dari luar wilayah.

“Sejak dibentuk gugus tugas penanggulangan Covid-19 setiap warga yang baru tiba, keluarga diwajibkan melapor ke aparatur dusun,” cetusnya.

Sejak awal Maret hingga awal April Omon Budianto menyebut, tercatat sebanyak 47 orang datang ke dusun tersebut yang otomatis menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sesuai prosedur warga yang datang melakukan langkah isolasi secara mandiri selama 14 hari.

Ia juga memastikan belum melakukan karantina lokal pada dusun setempat. Langkah mandiri agar warga tetap berada di rumah mengikuti edaran pemerintah daerah.

Omon Budianto menyebut pencegahan bersama pemuda setempat sangat penting. Sebab sesuai data dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hingga Minggu (5/5) terkonfirmasi sebanyak 13 positif Covid-19.

Selain itu sebanyak 1530 tercatat Orang Dalam Pemantauan (ODP), sebanyak 37 Pasien Dalam Pemantauan (PDP), Sembuh 2 dan Meninggal 2.

Lihat juga...