Penderita Positif Covid-19 di Sumbar Bertambah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, menegaskan kepada Bupati dan Wali Kota penting untuk memastikan tempat karantina bagi Orang Dalam Pengawasan (ODP), sebagai upaya memutus mata rantai penularan Covid-19.

Menurutnya, keberadaan lokasi karantina akan dapat jadi upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19. Selain perlu adanya lokasi karantina, kepada ODP juga bisa dilakukan isolasi mandiri, yang dapat merujuk kepada ketentuan dari Kementerian Kesehatan bahwa ODP harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah.

“Di sisi lain, bimbingan dari tim penanganan untuk para ODP juga penting dilakukan. Karena hal itu dapat menghambat penyebaran Covid-19. Dengan adanya bimbingan itu, akan dapat memberikan dorongan semangat untuk sembuh,” katanya, Kamis (9/4/2020).

Ia menyebutkan sejauh ini daerah yang sudah dibuat tempat karantina, berada di Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Pasaman Barat, Kota Padang, Payakumbuh, Kabupaten Padang Pariaman dan kabupaten kota lainya, yang ada di Sumatera Barat.

Irwan Prayitno menjelaskan untuk penanganan Covid-19 kategori ringan tersebut, bisa dimasukkan ke dalam semua rumah sakit, sebagai langkah antisipasi. Namun untuk perkiraan jumlah Covid-19 ringan bisa dikatakan 82 persen, dan disebut tidak ada gejala yakni demam.

“Nah untuk gejala tersebut juga disarankan melakukan isolasi mandiri di rumah,” jelasnya.

Gubernur memaparkan, persoalan karantina terdapat dua ketentuan, yakni karantina untuk ODP sampai memastikan hasil negatif. Lalu ada karantina Covid-19 ringan yang dianggap positif ringan dengan gejala klinis ringan, maka dapat dilakukan karantina minimal selama dua minggu.

“Saat dikarantina mereka akan disediakan makanan, karena Covid-19 ringan ini tidak ada obat, maka diberi makanan yang enak bergizi, vitamin cukup istirahat tenang tidak stres, sehingga dapat meningkatkan imunitas, dan membuat tubuh lebih kuat,” ucapnya.

Sementara, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Barat, Jasman, mengatakan, data positif Covid-19 per hari ini Kamis (9/4) total 28 orang. Jumlah ini mengalami kenaikan dari hari sebelumnya.

Dari seluruh pasien Covid-19 yang positif itu, ada yang dirawat di berbagai rumah sakit di Sumatera Barat, dan ada yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Seperti untuk 11 pasien yang di rumah sakit, berada enam orang di RSUP M Djamil, tiga orang di RSAM Bukittinggi, satu orang di RSUD M Zein Painan, dan satu orang di Semen Padang Hospital.

“Sedangkan sisanya 10 pasien positif Covid-19 turut melakukan isolasi mandiri di rumah yang merupakan pasien di RSAM Bukittinggi 4 orang, pasien RSUD Pariaman 1 orang, pasien mandiri bukan pasien di salah satu rumah sakit ada 5 orang.

“Jadi untuk yang meninggal, hingga hari ini warga yang terpapar virus Covid-19 telah mencapai 3 orang. Semoga kondisi makin membaik dari hari ke hari,” harapnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan, perkembangan Covid-19 di Kota Padang terus bergerak.

Dari data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kota Padang, sampai saat ini per 9 April 2020 tercatat jumlah yang terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19 sebanyak 15 orang. Kemudian negatif 9 orang, sembuh 2 orang dan menunggu hasil 4 orang dengan meninggal 1 orang.

Adapun 15 orang yang terkonfirmasi positif tersebut berasal dari Kecamatan Padang Timur sebanyak 10 orang, Kecamatan Kuranji 2 orang, Kecamatan Padang Utara 1 orang, Kecamatan Koto Tangah 1 orang dan Kecamatan Lubuk Bagaluang 1 orang.

Sementara kecamatan lainnya meski tidak ada yang terkonfirmasi positif tapi mendapati ada yang PDP. Sedangkan Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang Selatan, Nanggalo, Pauh dan Bungus Teluk Kabung (Bungtekab) nihil dari kasus Covid-19.

Ia menjelaskan, untuk di Kecamatan Padang Timur sendiri dari 10 orang yang terkonfirmasi positif 5 orang berada di Kelurahan Jati, 3 orang di Kelurahan Sawahan, 1 orang di Kelurahan Andalas dan 1 orang di Kubu Marapalam.

Mahyeldi mengingatkan perkembangan kasus Covid-19 tersebut, cukup mengkhawatirkan. Untuk itu kepada seluruh warga Kota Padang untuk melaksanakan secara disiplin apa saja instruksi dan perintah yang harus dilaksanakan.

“Kita tentu berharap, dengan berbagai upaya dan kebijakan yang telah dilakukan sejauh ini akan mempersempit ruang gerak dan memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kota Padang,” ucapnya.

Lihat juga...