Perpanjangan Belajar dari Rumah Lahirkan Kreativitas Anak

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Perpanjangan waktu pencegahan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) pada satuan pendidikan di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) kembali dilakukan. Bagi yang memiliki gadget dapat memanfaatkan belajar secara online, sementara pelajar yang tinggal di perbukitan Pematang Macan yang memiliki keterbatasan memilih untuk mengasah kemampuan di bidang kreativitas.

Agis, salah satu murid kelas V SDN 2 Kelawi, Kecamatan Bakauheni memilih mempergunakan waktu dengan kegiatan positif. Dengan keterbatasan sarana, ia tetap tetap belajar di rumah dengan buku pelajaran dan mengisi waktu dengan merakit mobil mainan dari barang bekas.

Jenis bahan bekas yang digunakan berupa dinamo mobil mainan remote control. Semula ia melihat instalasi mobil mainan dan mulai merakit kerangka dari stik es krim. Tenaga listrik yang digunakan diperoleh dari sebanyak 4 buah baterai bertenaga 1,5 Volt.

“Murid sekolah yang ada di desa tidak memiliki smartphone sehingga kami tidak bisa melakukan sistem belajar jarak jauh dengan aplikasi, guru hanya meminta kami belajar dari rumah tapi tidak boleh bepergian jarak jauh,” terang Agis saat ditemui Cendana News, Kamis (9/4/2020).

Memanfaatkan bahan sederhana berupa kabel bekas yang diminta dari bengkel, baterai, lem, stik es krim ia merangkai mobil mainan. Bahan ban yang digunakan berasal dari tutup botol minuman. Selain itu as roda menggunakan bambu yang diserut hingga halus pengganti besi.

Kreativitas dengan memanfaatkan bahan bekas tersebut membuat ia bisa memahami komponen mainan.

“Belajar di rumah tetap rutin dilakukan namun karena sudah hampir satu bulan libur untuk melepas bosan dengan bermain,” cetusnya.

Membuat mobil mainan dari bahan bekas dilakukan bersama teman sebaya. Cara belajar bersama tersebut dilakukan untuk melatih kreativitas. Setelah mobil mainan selesai dibuat halaman rumah menjadi sirkuit mini untuk balapan ala anak anak. Kegiatan di rumah sekaligus mendapat asupan sinar matahari dengan berjemur saat pagi hari.

Kegiatan mengisi waktu libur dan belajar di rumah digunakan oleh Fahru, siswa kelas XI Madrasah Aliyah (MA) Al Munawaroh 1 Bakauheni. Sebagai pengisi waktu luang ia membantu orangtua di bengkel usaha keluarga. Kegiatan reparasi motor tetap bisa dilakukan tanpa mengganggu sejumlah tugas yang diberikan.

“Sekolah melalui wali kelas memberikan tugas dari guru bidang studi melalui aplikasi WhatsApp, kalau sudah selesai saya lanjut kegiatan di bengkel,” cetus Fahru.

Fahru menyebut kegiatan reparasi motor yang dilakukan meliputi perbaikan kelistrikan, mesin. Belajar dari sang ayah sejak SD ia bahkan mulai mengganti oli, rantai, ban serta perbaikan kerusakan ringan.

Sementara itu, Kusmalia, Kepala SDN 2 Kelawi, Bakauheni menyebut libur sekolah telah berjalan hampir tiga pekan. Sebelumnya sekolah diliburkan sejak 16-28 Maret 2020, perpanjangan libur tahap kedua sejak 30 Maret-12 April. Memasuki pekan kedua April Pemkab Lamsel menambah masa libur sejak 13-27 April.

“Siswa tetap dianjurkan belajar di rumah dan bisa melakukan hal positif dan kreatif di bawah bimbingan dan pengawasan orangtua,” cetusnya.

Langkah kegiatan positif dianjurkan juga oleh Thomas Amirico, Plt Kepala Dinas Pendidikan Lamsel. Ia menyebut tiga tahap perpanjangan waktu belajar di rumah harus dimanfaatkan siswa dengan hal positif. Munculnya surat edaran Nomor: 421/1294/IV.02/2020 terkait perpanjangan waktu pencegahan penyebaran Covid-19 dijalankan pada satuan pendidikan.

“Orangtua bersama wali murid melakukan kegiatan positif, bermanfaat, hindari kerumunan, memakai masker dan ibadah di rumah,” tegasnya.

Perpanjangan sistem belajar jarak jauh menurutnya tetap mengacu pada protokol kesehatan. Sebab masa liburan bukan menjadi kesempatan pergi dari daerah Lamsel. Sistem absensi bagi guru tetap dilakukan agar tidak ada yang memanfaatkan untuk keluar daerah. Selain itu siswa dianjurkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, konsumsi makanan sehat dan lakukan hal positif.

Lihat juga...