Petani P4S Dituntut Inovatif

JAKARTA – Petani yang tergabung dalam Program Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S), dituntut untuk terus melakukan inovasi guna meningkatkan kemajuan usaha pertanian, terutama di tengah mewabahnya Covid-19 saat ini.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi, menyatakan petani memiliki kemampuan meningkatkan inovasi dan teknologi, terutama melalui informasi teknologi berbasis pertanian.

“Jadi melalui teknologi informasi, mereka mampu menyebarluaskan berbagai aktivitas pertanian dari hulu hingga hilir. Mereka juga dapat meningkatkan produktivitas komoditas pertanian,” ujar Dedi, melalui keterangan tertulis, Selasa (28/4/2020).

Menurut dia, di tengah wabah Covid-19, banyak sektor perekonomian yang mengalami kelesuan, tapi tidak bagi sektor pertanian.

Justru sektor pertanian saat ini menjadi peluang yang besar bagi pelaku pertanian, utamanya petani dan peternak, dengan melakukan berbagai macam inovasi.

Terkait hal itu, Ketua Program Pelatihan Pertanian Perdesaan (P4S) Joglo Nganjuk, Jawa Timur, Susanto, menyatakan pihaknya terus memberikan alih ilmu dan teknologi kepada masyarakat sekitar maupun kepada pelaku pertanian lainnya.

Sejumlah inovasi telah banyak dihasilkan P4S Joglo Nganjuk, dan telah diaplikasikan oleh petani maupun pelaku pertanian di Indonesia, seperti light trap insect atau lampu perangkap hama bertenaga matahari, handsprayer smart, modifikasi handsprayer manual menjadi elektrik, pertanian terpadu menggabungkan pertanian, peternakan, teknologi dan perikanan.

Kemudian sumur injeksi dengan pola pengambilan air tidak menggunakan pompa, melainkan diinjeksi dengan udara, serta Joglo Pangan Lestari (JPL), yaitu pola budi daya pemanfaatan lahan sempit dengan jaringan perikanan, sayur, dan teknologi.

Inovasi usaha tani lain yang dilakukan P4S Joglo berkolaborasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) tersebut, yakni budi daya tanam bawang merah dengan lele, serta padi dengan bawang merah.

“Saya akan terus berusaha mewujudkan mimpi saya, agar inovasi saya bisa diterima dan dimanfaatkan oleh seluruh petani di Indonesia bahkan di dunia, karena tidak ada batasan ruang dan waktu bagi manusia untuk terus kreatif dan berinovasi,” ujar Susanto. (Ant)

Lihat juga...