Petrus: Info Resmi Covid-19 di Sikka hanya dari Posko

Editor: Makmun Hidayat

 MAUMERE — Masyarakat Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), merasa bingung dengan adanya surat yang dikeluarkan Dinas Perhubungan yang ditandatangani Bupati Sikka mengenai dilarangnya kapal Pelni KM. Lambelu bersandar di Pelabuhan Laurens Say Maumere.

Berdasarkan rapat Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Minggu (5/4/2020) malam diputuskan bahwa kapal KM. Lambelu yang mengangkut 233 penumpang tetap bersandar hanya penumpangnya langsung dilakukan karantina mandiri.

“Bicara soal institusi lain, bukan kewenangan saya sebab saya sebagai kepala Dinas Kesehatan dan juga sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka,” kata Petrus Herlemus, Senin (6/4/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus saat ditemui di kantornya, Senin (6/4/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Petrus mengatakan, informasi itu di luar intitusinya dan beda institusi tetapi keputusan rapat Satgas Covid-19 tadi malam Senin (5/4/2020) masih tetap sama untuk melakukan karantina mandiri terpusat bagi para penumpangnya.

Sebenarnya saat rapat dari awal sampai akhir dirinya mengaku sudah menegaskan berulangkali bahwa yang punya hak bicara atau yang dipercayakan hanya dari Posko Covid.

“Tidak semua merebut panggung untuk bicara sehingga tidak membuat masyarakat resah. Sehingga selalu saya katakan bahwa yang resmi adalah statement atau apa pun pernyataan dari Posko Covid,” ujarnya.

Petrus kembali menyampaikan, pernyataan di luar dari yang dikeluarkan oleh Posko Covid-19 bukan merupakan tanggung jawab dari Posko Covid sebab hanya pernyataan dari Posko Covid yang resmi.

Sementara itu Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dalam surat dengan nomor Dishub 551.1.4/54/IV/2020 yang ditujukan kepada Dirut PT. Pelni Indonesia perihal Penghentian Sementara Pengangkutan Penumpang.

Dalam surat tersebut dikatakan, Pemerintah Kabupaten Sikka memutuskan untuk kedatangan KM. Lambelu pada hari Senin (6/4/2020) tidak boleh bersandar pada Pelabuhan Laurens Say Maumere.

“Kapal KM. Lambelu hanya diperbolehkan bersandar setelah melakukan tindakan karantina di atas kapal selama 6 hari terhitung sejak tanggal 6 April 2020,” tegas Bupati Sikka.

Robi selaku Bupati Sikka juga mengatakan dalam surat tersebut, karantina di atas kapal dilakukan hingga tanggal 12 April 2020.

Ini dilakukan, kata dia, untuk memastikan bahwa penumpang dan anak buah kapal dalam kondisi sehat dan tidak terjangkit atau sebagai pembawa Covid-19 di Kabupaten Sikka.

Bupati Sikka juga menegaskan akan menutup sementara pengangkutan penumpang menuju Pelabuhan Laurens Say Maumere dari daerah yang terjangkit virus Covid-19.

“Penutupan Pelabuhan Laurens Say Maumere ini berlaku sejak tanggal 6 April 2020 sampai tanggal 30 April 2020,” tegas Bupati Sikka dalam suratnya.

Lihat juga...