Polres Lamsel Bagikan Paket Sembako bagi Pekerja Informal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Wabah Corona Virus Disease (Covid-19) berdampak bagi sejumlah sektor usaha informal. Bantu para pekerja informal di wilayah Lampung Selatan (Lamsel) kepolisian melakukan kepedulian dengan berbagi paket kebutuhan pokok (sembako).

Kapolres Lamsel, AKBP Edi Purnomo menyebut, pembagian sembako dilakukan ke sejumlah titik di kota Kalianda.

Sejumlah pekerja informal yang mendapat bantuan sembako menurut Kapolres meliputi pengojek, buruh bangunan dan pedagang kaki lima.

Kelompok pekerja tersebut menurutnya mendapat bantuan kebutuhan pokok untuk langkah preventif dampak ekonomi imbas tidak langsung Covid-19. Sebab pada saat kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan berimbas penghasilan berkurang.

Pada tahap awal, Kapolres Lamsel yang terjun langsung membagikan paket sembako menyasar sejumlah titik. Sasaran yang mendapat bantuan sembako secara random meliputi 9 komunitas ojek konvensional, 1 kelompok buruh dan 3 kelompok pedagang kaki lima.

Pemberian bantuan sembako menjadi bentuk perhatian kepada masyarakat yang penghasilannya menurun.

“Selain sejumlah pekerja sektor informal tersebut Polres Lamsel juga membagikan paket sembako kepada kelompok fakir miskin, pegawai honorer dan marbot masjid untuk meringankan beban selama masa bekerja dari rumah,” terang Kapolres Lamsel, AKBP Edi Purnomo, di sela-sela pembagian sembako, Sabtu (4/4/2020).

Perhatian pada kesejahteraan masyarakat selama masa Covid-19 diakui AKBP Edi Purnomo akan dilakukan berkelanjutan.

Sebab sebelumnya Polres Lamsel telah memiliki program Sabtu Sambang yang dilakukan oleh Polwan dan anggota Polres Lamsel mengunjungi warga yang kurang mampu. Kunjungan dilakukan dengan membawa sembako dan bantuan.

Sebanyak lima tim yang diterjunkan menurut Kapolres membawa sekitar 150 paket sembako. Langkah tersebut menurutnya diharapkan akan diikuti oleh seluruh Polsek dan jajaran di wilayah hukum Polres Lamsel.

Sebab selama masa pandemi Covid-19 sejumlah bidang usaha masyarakat mengalami penurunan hasil. Terlebih saat masa kerja dari rumah tidak banyak warga melakukan kegiatan di luar.

“Sekolah diliburkan, pegawai kerja dari rumah mengakibatkan pendapatan tukang ojek menurun jadi perlu mendapat bantuan,” cetusnya.

Ratusan paket sembako yang dibagikan menurut Kapolres berisi beras, gula, teh, kopi instan. Meski belum menjadi paket sembilan kebutuhan pokok ia berharap bantuan itu bisa meringankan beban masyarakat.

Selain memberikan bantuan tim yang dikerahkan sekaligus mengimbau warga melakukan social distancing, menjaga kesehatan dengan cuci tangan pakai sabun.

Meski bantuan yang diberikan tidak seberapa ia berharap penerima bisa terbantu. Dampak ekonomi imbas Covid-19 menurutnya menjadi perhatian bagi Polres termasuk upaya menjaga kesehatan.

Langkah yang dilakukan dengan mengerahkan armada water canon ke sebanyak belasan kecamatan yang ada di Lamsel untuk penyemprotan disinfektan mencegah penyebaran Covid-19.

Kasat Sabhara Polres Lamsel, Iptu Feriyantoni, menyebut, bersama timnya ia membagikan paket sembako ke sejumlah titik. Titik yang dikunjungi meliputi pedagang di lapangan Korpri dan sejumlah buruh.

Iptu Feriyantoni (kiri) Kasat Sabhara Polres Lamsel membagikan sembako ke pedagang kaki lima di Kalianda selama masa Covid-19, Sabtu (4/4/2020) – Foto: Henk Widi

Selama pembagian sembako ia juga bersama anggota melakukan sosialisasi agar warga menjaga kesehatan. Langkah kesehatan yang dilakukan mencegah Covid-19 dilakukan dengan menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun.

“Warga diimbau mematuhi maklumat Kapolri agar menghindari kerumunan serta menerapkan pola hidup sehat,” bebernya.

Kasat Sabhara yang ikut membantu masyarakat sesuai perintah Kapolres mengaku melakukan disinfeksi. Proses disinfeksi dilakukan ke sejumlah kecamatan dengan kendaraan water canon. Penggunaan water canon untuk disinfeksi dilakukan pada sejumlah titik pasar, sekolah, tempat ibadah dan pusat keramaian.

Jono, salah satu penyedia jasa ojek mengaku terbantu dengan adanya bantuan sembako. Bantuan dari Polres Lamsel menurutnya ikut meringankan beban keluarganya. Sebab semenjak masa pandemi Covid-19 pengguna jasa ojek berkurang imbas ketakutan pada penyakit yang belum ada obatnya.

Terlebih di Lampung Selatan menjadi pintu gerbang Sumatera yang jadi jalur keluar dari pulau Jawa rentan adanya paparan penyakit oleh pendatang.

Warga disebutnya membatasi bepergian sehingga meski ada yang tetap memakai jasa ojek namun pendapatannya menurun. Pada kondisi normal dalam sehari ia bisa mendapat hasil sekitar Rp100.000.

Namun semenjak pandemi Covid-19 penghasilannya menurun hanya sekitar Rp30.000 per hari. Pelanggan ojek merupakan warga perumahan yang akan berbelanja ke pasar.

Lihat juga...