Pontianak Prediksi PAD Hilang Rp125 Miliar karena Covid-19

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. -Ant

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Edi Rusdi Kamtono, menyebutkan pendapatan asli daerah (PAD) kota tersebut diprediksi akan hilang Rp125 miliar sebagai dampak pandemi Covid-19.

“Setelah kami melakukan analisa dan pengitungan, Kota Pontianak akan kehilangan PAD sekitar Rp125 miliar selama 2020 sebagai dampak Covid-19,” ujarnya di Pontianak, Minggu (19/4/2020).

Edi menyebutkan, bahwa PAD akan berkurang karena pemerintah Kota Pontianak di sisi lain memberikan intensif dan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak Covid-19.

Ia mencontohkan, seperti pajak hotel dan restoran selama enam bulan dihapus. Selama ini sektor perhotelan cukup signifikan dalam menyumbang PAD, dan kini dibebaskan pajaknya.

“Kemudian kami lihat juga dari sisi parkir saja tentu orang mulai berkurang keluar dan parkir, sehingga dari pajak parkir akan berkurang pula,” sebut dia.

Ia menambahkan, belum lagi soal biaya PDAM yang dihapuskan selama tiga bulan bagi pelanggan yang rendah, tempat umum dan ibadah dan diskon 50 persen bagi pelanggan sedang.

Selama sebulan, setidaknya ada Rp3 miliar biaya produksi PDAM yang dikeluarkan untuk menggratiskan dan potongan harga kepada pelanggan.

“Artinya semua potensi sumber PAD di Kota Pontianak sangat terganggu. Di sisi lain, pemerintah hadir untuk membantu pelaku usaha dan masyarakat,” jelas dia.

Terkait pertumbuhan ekonomi, jika wabah Covid-19 tetap berlanjut hingga akhir tahun, maka bisa saja pertumbuhan ekonomi 0 persen dan bahkan minus.

“Kalau pertumbuhan ekonomi 0 persen atau bahkan minus, maka teorinya akan ada pengangguran dan daya beli masyarakat menurun. Dengan risiko dari wabah Covid-19 di sektor perekonomian akan menjadi perhatian Pemerintah Kota Pontianak,” jelas dia.

Dengan risiko atau dampak yang ada bukan hanya pada kesehatan dan ekonomi serta lainnya, maka ia meminta kepada semua masyarakat untuk bersama memutus rantai penyebaran wabah Covid-19.

“Mari ikuti protokoler pemerintah dengan bersama terus menjaga jarak sosial, mencuci tangan, tetap di rumah jika tidak ada hal penting dan terus menjaga pola hidup sehat,” ajak dia. (Ant)

Lihat juga...