Roti Goreng Pilihan Tepat Saat ‘Work from Home’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Pemberlakuan Work from Home (WFH) akibat pandemi wabah Covid-19, membuat kalangan ibu rumah tangga berpikir keras untuk membuat menu makan ataupun camilan.

Hal tersebut diakui oleh ibu rumah tangga, Ruhani, yang memiliki empat anak. Dia memutar otak memilih menu makanan untuk disediakan yang bisa mengganjal perut dan mampu bertahan beberapa hari.

Akhirnya dia memilih roti goreng dengan bahan baku utama kentang. Selain sehat, murah meriah kudapan tersebut bisa untuk satu keluarga dan istimewanya bisa bertahan sampai tiga hari.

Pembuatannya pun praktis, namun tetap harus dilakukan dengan sabar dan telaten. Karena bahan baku utama kentang lebih dulu direbus dan dihancurkan. Roti goreng ini bisa awet.

“Tapi tentunya harus disimpan dalam kulkas, di dalam tempat khusus seperti tupperware sebelum disimpan di dalam kulkas,” ujar Rohani, ibu rumah tangga di Bekasi kepada Cendana News, Sabtu (4/4/2020).

Menurutnya, kreasi roti goreng bahan baku donat, selain ada isi, bisa dibuat donat yang ditaburi mesis. Sedangkan roti isi bisa diisi selai sesuai selera seperti selai nanas, coklat, kacang dan lainnya.

Resep masakan sehat dan bergizi ini bisa dibuat sendiri di rumah dengan praktis dan terjangkau, seperti roti goreng memiliki bahan baku kentang, terigu, susu bubuk, ragi instan dan telur.

“Cara membuatnya kentang 250 gram, kuning telur empat butir, ragi instan 7 gram, mentega 200 gram, garam satu sendok teh,” ujarnya.

Semua bahan baku tersebut diaduk, kemudian dibentuk sesuai selera setelah di dalam dikasih isian coklat, selai kacang atau lainnya. Lalu digoreng menggunakan minyak kelapa.

Diakuinya sejak pemberlakuan WFH di Kota Bekasi, banyak cerita lucu dan resep makanan yang dibagikan oleh kalangan ibu rumah tangga di dalam grup WhatsApp.

Ruhani sendiri mengaku, terus menyediakan menu makanan bergantian terutama mengandung nilai vitamin tinggi tetapi tetap murah.

Diketahui di Kota Bekasi, telah ditetapkan sebagai zona merah Pandemi Covid-19. Bahkan wali kota setempat telah memperpanjang WFH dan meliburkan sekolah. Warga pun dilarang bepergian seperti mudik, harus tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

“Tapi sampai sekarang, tidak ada bantuan apa pun. Kami harus berpikir keras bisa mengolah makanan, semua kumpul ini makin boros,” pungkasnya.

Lihat juga...