Satpol PP Imbau Warga Bekasi Tak Berkumpul

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

Komandan Satpol PP Kota Bekasi Abi Hurairah, saat melakukan razia warga yang keluar rumah tidak menggunakan masker, di wilayah perbatasan, Selasa (7/4/2020). Foto: Muhammad Amin

BEKASI — Komandan Satpol PP Kota Bekasi, Jawa Barat, Abi Hurairoh mengimbau agar warga mengindahkan anjuran pemerintah tentang tidak nongkrong tanpa ada kepentingan mendesak. Jika sampai terjadi maka akan dilakukan tindakan tegas.

“Ini dilakukan dalam rangka penyebaran Covid-19. Jika masih mengabaikan aturan tentang pencegahan penyebaran Corona, maka dipastikan ditindak tegas,”ungkap Abi Hurairah, kepada Cendana News, Selasa (7/4/2020).

Dikatakan, jika didapati masih ada tempat hiburan yang buka ditengah wabah Covid-19 maka dipastikan akan dilakukan penyegelan. Hal tersebut dilakukan guna kepentingan bersama.

Begitupun untuk tempat usaha seperti rumah makan, agar tidak terjadi perkumpulan massa. Menurutnya tetap dipersilakan untuk menjalankan usaha, tetapi hanya untuk take a way (bawa pulang) agar dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Tukang baso juga wajib take a way aja jangan berkerumun,” ujarnya, mengaku sudah kerap melakukan sosialisasi kepada para pengusaha restoran untuk tidak terjadinya kumpulan massa.

Tak hanya tempat hiburan dan restoran. Abi juga, meminta usaha warnet dan sejenisnya, untuk tutup. jika masih membandel untuk tetap buka dan menimbulkan keramaian berkumpulnya warga tentu kita akan lakukan penyegelan.

Berbagai imbauan yang ditetapkan melalui surat edaran Wlai Kota Bekasi, bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Salah satu caranya dengan tetap berdiam di rumah.

“Kalaupun ada keperluan yang sangat mendesak silahkan saja, tapi harus dapat menjaga diri dari penyebaran virus ini,”tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut dia juga menjelaskan bahwa baru baru ini di Kota Bekasi diberlakukan pembatasan sosial untuk tidak berkumpul terutama kalangan remaja. Jika sampai ditemukan melalui batas pukul 21.00 WIB malam maka akan ditangkap dan dikumpulkan di rumah singgah.

“Jika melalui pukul 21.00 WIB diluar rumah ada gerombolan maka diminta melapor. Terutama kalangan remaja seperti anak sekolah masih bergerombol ditempat umum maka akan ditangkap dan di bawa ke rumah singgah,”jelasnya.

Lebih lanjut Abi Hurairah, juga menjelaskan bahwa jajaran Satpol PP bersama tim gabung seperti Dishub, sudha melakukan razia di perbatasan untuk mengingatkan warga yang keluar rumah harus menggunakan masker.

Dalam razia tersebut warga yang tidak menggunakan masker saat keluar rumah maka akan ditindak.

Sebelumnya Pemerintah Kota Bekasi membuat sejumlah kebijakan terkait pencegahan penyebaran Covid-19, salah satunya mengenai larangan berkumpul di luar rumah.

“Pemkot sudah memberlakukan aturan tegas jika ada warga yang nongkrong maka akan angkut ke rumah singgah di dekat TPU Pedurenan untuk dilakukan isolasi,” ujar Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto lewat pesan singkatnya.

Aturan tersebut berlaku baik siang ataupun malam hari. Aturan itu tertuang dalam poster Pemkot Bekasi yang tersebar di grup aplikasi perpesanan.

Lihat juga...