Sejumlah Juru Parkir di Bandar Lampung Terdampak PSBB

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Imbauan pemerintah melarang aktivitas di luar ruangan dan bekerja dari rumah berimbas sejumlah kegiatan masyarakat berkurang. Sejumlah pusat perbelanjaan, hiburan, olahraga, wisata di kota Bandar Lampung memilih mengurangi jam operasional sebagian bahkan tutup. Imbasnya penyedia jasa parkir alami penurunan hasil.

Hasan, juru parkir pada area stadion olahraga Pahoman, Jalan Way Sekampung menyebut jumlah pengunjung alami penurunan. Kondisi tersebut terjadi sejak wabah Coronavirus Disease (Covid-19) melanda termasuk di Lampung. Imbasnya minat masyarakat datang ke kawasan stadion menurun. Sebab selain sebagai pusat kegiatan olahraga area tersebut merupakan pusat kuliner.

Pada hari biasa kunjungan menurutnya cukup ramai ditandai dengan kendaraan roda dua, mobil yang parkir cukup banyak. Dalam sehari kendaraan roda dua dan mobil yang parkir mencapai ratusan unit. Dua pekan terakhir ia menyebut kendaraan yang parkir tidak mencapai ratusan. Penyumbang parkir yang banyak menurutnya sejumlah cafe, warung kuliner dan lintasan atletik.

“Sejumlah cafe tempat hangout anak anak muda setiap akhir pekan tutup bahkan diminta tutup karena ada himbauan tidak boleh mengundang kerumunan selama masa tanggap darurat Covid-19,” terang Hasan saat ditemui Cendana News, Minggu (5/4/2020).

Hasan, salah satu juru parkir di halaman Stadion Pahoman di Jalan Way Sekampung, Bandar Lampung yang lebih sepi dibandingkan tiga pekan sebelumnya, Minggu (5/4/2020). -Foto Henk Widi

Hasan menyebut terbitnya aturan baru yakni Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berimbas event olaharaga terhenti. Kondisi itu membuat ia hanya mendapatkan hasil sekitar Rp300.000 per hari. Sebelumnya dalam suasana ramai sebelum wabah Covid-19 ia bisa mendapat hasil sekitar Rp600.000.

Hasil parkir tersebut akan diberikan kepada pengelola dan rekannya sesama juru parkir. Meski tidak ada event besar, warga yang hendak melakukan kegiatan olahraga lari dan jalan tetap datang ke stadion. Kegiatan olahraga sebagai bagian upaya menjaga daya tahan tubuh menurutnya masih diperbolehkan terutama pada lintasan atletik.

“Minat warga yang berolahraga masih banyak didominasi membawa motor dan mobil cukup memberi hasil bagi juru parkir,” cetusnya.

Selain Hasan, juru parkir yang alami penurunan hasil bernama Udin. Juru parkir di Jalan Raden Intan tersebut mengaku sejumlah pusat perbelanjaan tutup lebih awal. Padahal di sepanjang jalan tersebut tersedia pusat perbelanjaan kain, pakaian yang telah tutup. Sejumlah pusat perbelanjaan yang masih buka merupakan toko kebutuhan pokok.

“Sebelum ada virus corona kendaraan yang parkir bahkan kerap kekurangan tempat, kini justru sepi,” bebernya.

Area parkir yang tepat berada di depan Stasiun Tanjungkarang tersebut bahkan hanya diisi pemilik toko. Sehari ia mengaku bisa mendapat hasil sekitar Rp700.000. Sebab kawasan jalur satu arah tersebut berada di dekat pusat bisnis,hotel dan sejumlah tempat hiburan. Kini ia yang bertugas dengan satu rekannya hanya mendapat hasil kurang dari Rp300.00.

Parkir kendaraan yang membayar Rp2.000 tersebut lebih sepi dibanding kondisi normal. Udin juga belum bisa memastikan kapan sejumlah toko di kawasan tersebut akan dibuka kembali. Sebab sejumlah toko menuliskan pengumuman akan berhenti operasional sementara sejak 1 April hingga 12 April dan berpotensi akan diperpanjang waktu tutupnya.

Selain pada pusat olahraga, perbelanjaan, juru parkir pada objek wisata pantai juga alami penurunan hasil. Lukman, juru parkir di pantai Kunyit, Bandar Lampung mengaku ia menghitung jumlah kendaraan parkir di tempat itu bisa mencapai ratusan kendaraan. Jumlah itu meliputi sekitar 500 kendaraan dan 200 mobil perhari sejak pagi hingga sore.

“Semenjak larangan berkerumun banyak warga tidak ke pantai, hanya warga lokal yang datang untuk berendam dan berenang,” cetusnya.

Penurunan hasil jasa parkir yang ditarik seikhlasnya mulai Rp1.000 hingga Rp2.000 disebut Lukman terjadi sejak dua pekan lalu. Imbas Covid-19 ia menyebut meski masih ada warga yang datang dominan untuk berendam dengan tujuan kesehatan. Meski demikian kondisi lebih sepi masih memberinya hasil puluhan ribu dari parkir motor dan mobil.

Lihat juga...