Selama Maret 2020, di Kalbar Ada 43 Kasus Hukum Melibatkan Anak

Komisioner KPPAD Kalbar, Alik R Rosyad (kanan)  - Foto Ant

PONTIANAK – Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat mencatat, sepanjang Maret 2020 ada 43 kasus yang melibatkan anak-anak. Kasusnya tersebar di beberapa kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

“Sebanyak 43 kasus anak yang kami tangani berdasarkan pengaduan masyarakat mau pun non-pengaduan,” kata Komisioner KPPAD Kalbar, Alik R Rosyad, di Pontianak, Kamis (2/4/2020).

Dari kasus-kasus tersebut, terdapat juga kasus anak yang berhadapan dengan hukum. Seperti yang terjadi di wilayah Kota Pontianak yang mencapai lima kasus. Empat kasus pencurian, dan satu kasus pencabulan terhadap anak. “Untuk kasus pencurian, anak-anak ini melakukannya dengan orang dewasa, di antaranya dua kasus pencurian sepeda motor, pelaku yang masih anak itu telah menjalani proses di tingkat kepolisian,” jelasnya.

Ada dua kasus melibatkan anak yang cukup menonjol terjadi di Maret 2020, yaitu kasus kejahatan seksual dengan 17 kasus dan kasus dugaan anak hilang atau kasus dugaan upaya penculikan, dengan enam kasus. Untuk kejahatan seksual, di sepanjang Maret 2020 terjadi di delapan daerah. Terbanyak terjadi di Kabupaten Sintang dengan enam kasus. Kemudian di  Kota Pontianak, Kubu Raya, Sambas dan Mempawah masing-masing dua kasus.

Di Kapuas Hulu, Melawi dan Sanggau masing-masing satu kasus. “Untuk kasus kejahatan kekerasan fisik di Sintang satu kasus, kemudian perlindungan kesehatan di Sambas satu kasus, dan Kota Singkawang satu kasus. Sedangkan untuk anak hilang terjadi di Kota Pontianak empat kasus, dan Mempawah satu kasus,” rincinya.

Untuk Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) selain di Kota Pontianak, juga terjadi di di Kubu Raya, masing-masing satu anak kasus. Di Sintang satu kasus, dan Melawi melibatkan tiga anak, kemudian untuk anak korban kasus pembunuhan, yaitu yang terjadi di Landak dan di Bengkayang masing-masing satu kasus.

“Untuk bulan Maret 2020 ini tidak ada kasus pengaduan langsung yang diterima KPPAD. Namun kami telah melakukan kegiatan sosialisasi seperti di Pontianak dengan tema Musnahkan Predator Anak,” tandasnya.

KPPAD Kalbar mencatat, sepanjang Januari hingga Maret 2020, ada 113 kasus melibatkan anak. Baik berupa pengaduan dan non-pengaduan, masing-masing Januari sebanyak 36 laporan, Februari sebanyak 34 laporan, dan Maret 2020 sebanyak 43 laporan. (Ant)

Lihat juga...