Sopir Ketakutan, Mobil Penumpang KM. Lambelu Kembali ke Maumere

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Sebanyak 17 penumpang kapal KM. Lambelu asal kabupaten Flores Timur (Flotim) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tiba Selasa (7/4/2020) sempat diberangkatkan ke Larantuka setelah turun dari kapal dan disemprot disinfektan.

Penumpang asal Flotim mendapatkan prioritas pertama untuk turun dari kapal dan sebuah bis berukuran kecil sudah siap menjemput di pelabuhan Laurens Say Maumere sekitar pukul 21.30 WITA untuk langsung membawa penumpang ke kota Larantuka .

“Saya sebenarnya tidak mau mengangkut penumpang tetapi barang-barang penumpang sudah diangkut semua ke atas mobil setelah dilakukan penyemprotan disinfektan terlebih dahulu,” ujar Fransiskus Ciku, sopir bis tujuan Larantuka saat ditemui di gedung Sikka Convention Center (SCC) Maumere, kabupaten Sikka, NTT, Rabu (8/4/2020).

Ciku mengatakan, setelah keluar dari pelabuhan bis berlari kencang menuju ke arah timur menuju kota Larantuka dengan pengawalan ketat dua mobil patroli polisi di depan dan di belakang membunyikan sirene sepanjang perjalanan.

Baru berjalan sejauh sekitar 9 kilometer di ujung timur kota Maumere, pemilik mobil bernama Timy menelponnya dan melarang agar jangan mengangkut penumpang dari Kapal Lambelu karena mereka dikatakan kena virus Corona.

“Saya jadi serba salah dan takut dipecat. Belum lagi istri saya dan kepala desa menelpon agar saya jangan kembali ke rumah kalau membawa penumpang tersebut sehingga saya jadinya stres sekali,” tuturnya.

Dirinya memberhentikan mobil di pinggir jalan berpikir keras dan secara tiba-tiba dirinya melajukan mobil dengan kencang untuk kembali ke Maumere. Petugas polisi di mobil patroli pun mengejarnya hingga bisa dihentikan.

Mobil patroli sempat berhasil mengejar dan mendapatinya sekitar satu kilometer sebelah timur tempat karantina penumpang KM. Lambelu di gedung Sikka Convention Center Maumere dan polisi pun menanyai.

“Saat saya dan polisi sedang berbicara masyarakat yang berjaga di depan jalan di kelurahan Waioti melihat dan mengetahui bahwa mobil saya mengangkut penumpang kapal Lambelu sehingga mereka mengusir kami. Mobil saya bahkan sempat mau dilempar sehingga saya melarikan mobil dikawal polisi hingga ke gedung SCC,” tuturnya.

Hingga Rabu (8/4/2020), Ciku yang masih berada di gedung SCC saat ditanyai masih stres meskipun diajak bercanda dan sesekali dirinya tertawa. Bahkan dirinya mengaku belum mendapat kabar dari majikannya karena telepon genggamnya batereinya low dan mati.

Dirinya pun mengaku, tidur bersama para tentara dan polisi yang berjaga di gedung SCC tempat karantina penumpang kapal Lambelu, dan para penumpang bersama barang bawaan pun akhirnya diturunkan dari mobil.

“Mobil saya sudah disemprot berulangkali dan saya rencananya mau kembali ke Larantuka. Saya juga stres dan tidak tahu kalau penumpang kapal Lambelu tidak boleh diangkut,” sebutnya.

Suwandi, salah seorang penumpang KM. Lambelu asal kecamatan Solor Timur kabupaten Flores Timur saat ditanyai di gedung SCC mengaku tidak stres dengan kejadian terhambatnya perjalanan mereka menuju Larantuka Flotim dan harus kembali ke Maumere lagi semalam.

Dirinya mengaku berkuliah di Makassar dan ingin kembali ke kampung halaman. Dirinya menyerahkan kepada pemerintah mengenai langkah yang akan diambil terkait dengan karantina di sebuah tempat.

“Saya berharap semua masyarakat bahu membahu bersama pemerintah bekerjasama agar bisa menangani virus Corona ini. Semoga kami semua penumpang bisa kembali ke kampung halaman dengan selamat,” harapnya.

Wakil bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, yang ditanyai mengaku pemerintah awalnya bersama Uskup Larantuka menyiapkan tempat karantina di desa Likotuden di SMK Pariwisata Ancop namun adanya penolakan warga membuat lokasinya dibatalkan.

Wakil bupati Flores Timur (Flotim) NTT, Agustinus Payong Boli, saat dihubungi, Rabu (8/4/2020). Foto: Ebed de Rosary

Agus sapaannya mengaku, pemerintah telah mengirim dua mobil untuk menjemput warga asal Flores Timur di lokasi karantina di gedung SCC. Sebab awalnya ada pemikiran apakah mereka dikarantina di Maumere ataukah di Larantuka.

“Pemerintah sudah siapkan tempat untuk melakukan karantina. Tadi sudah dikirim mobil untuk menjemput para penumpang tersebut bersama para petugas medis dan BPBD,” ungkapnya.

Disaksikan Cendana News, Rabu (8/4/2020) sekitar pukul 17.00 WITA sebuah bis sekolah dan truk milik Satpol PP Flotim yang ditutupi terpal plastik transparan sudah tiba di gedung SCC dan bersiap mengangkut para penumpang ke Larantuka.

Untuk diketahui, para penumpang kapal KM. Lambelu harus menjalani karantina dan pemeriksaan kesehatan karena setelah dilakukan pemeriksaan rapid test ditemukan 3 ABK terindikasi terjangkit Covid-19 .

Kapal sempat berlabuh selam 24 jam di perairan sebelah barat pelabuhan Laurens Say Maumere setelah sempat ada ketegangan dan keributan di kapal. Serta ada 3 penumpang yang terjun ke laut dari atas kapal saat bupati Sikka sedang berbicara dari atas kapal Polairud Polda NTT di dekat kapal Lambelu.

Lihat juga...