‘Stay at Home’ Memasak Jadi Aktivitas Rekreasi Keluarga

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kampanye stay at home atau tinggal di rumah cegah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) bisa jadi kegiatan rekreatif.

Stevani, warga Kelurahan Bumiwaras, Kecamatan Telukbetung, Kota Bandar Lampung, menyebut mematuhi imbauan pemerintah agar tinggal di rumah. Selama masa 14 hari stay at home ia memilih berkreasi dengan dua anaknya.

Ia bahkan menyebut telah menjalankan masa stay at home selama lebih dari 14 hari. Sebab sektor usahanya yang berada di Jalan Yos Sudarso sedang diliburkan akibat sepinya pengunjung dan imbauan untuk ditutup sementara.

Anak-anak yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjalankan sistem pembelajaran jarak jauh sejak (16/3) hingga (12/4) mendatang.

Hilangkan kebosanan, Stevani menyebut kegiatan yang dilakukan dengan olahraga, keliling kota dengan mobil. Sejumlah mal, objek wisata yang tutup membuat ia dan keluarganya memilih tinggal di rumah.

Olahraga yang rutin kerap dilakukan pada lintasan atletik Pahoman. Meski demikian ia sempat mengalami kebosanan sehingga memasak jadi aktivitas rekreatif bersama keluarga.

“Berdiam diri di rumah atau stay at home justru menjadi cara untuk menjaga jarak atau social distancing namun tetap harus melakukan kegiatan yang positif salah satunya memasak sekaligus untuk mendidik anak agar mandiri,” ungkap Stevani saat ditemui Cendana News, Minggu (5/4/2020).

Kegiatan memasak menurutnya menjadi cara edukatif bagi anak-anak. Sebab sebelum memasak sejumlah bahan yang akan digunakan harus dibeli pada pasar tadisional.

Berbelanja di pasar tradisional sekaligus memperkenalkan sejumlah bahan bumbu masakan, harga kebutuhan pokok. Ia bahkan bisa berbagi tugas saat penyiapan sejumlah bahan yang akan dimasak.

Stevani menyebut stay at home menjadi waktu berkreativitas. Saat akhir pekan ia memilih memasak menu utama berbahan ikan atau boga bahari (seafood).

Setelah membeli bahan ikan ia membuat pindang ikan kembung dilengkapi dengan sejumlah sayuran segar. Edukasi bagi sang anak saat stay at home dengan memasak mengajarkan hidup mandiri.

Memasak pindang ikan lengkap dengan sambal kecap serta sejumlah hasil olahan ikan yang dimasak saat di rumah, Minggu (5/4/2020) – Foto: Henk Widi

“Setiap hari Minggu kami berbelanja semua bahan untuk dimasak sesuai selera yang telah disepakati,” cetusnya.

Memasak sebagai kegiatan rekreatif menurut Stevani menjadi cara untuk meningkatkan kreativitas anak. Sebab melalui memasak ia bisa memperkenalkan sejumlah resep.

Terlebih dua anak perempuan yang masih duduk di bangku SMP harus bisa menyiapkan sejumlah resep masakan. Resep yang diajarkan meliputi makanan tradisional warisan keluarga.

“Pada pekan kedua stay at home anak juga bisa belajar sejumlah resep masakan melalui Youtube,” cetusnya.

Christeva, sang anak yang duduk di bangku sekolah SMP kelas VII mengaku sudah libur hampir tiga pekan. Sebab sekolah menerapkan sistem belajar jarak jauh dengan metode dalam jaringan (daring).

Christeva, memanfaatkan waktu memasak bersama sang kakak dan mamanya sebagai kegiatan rekreatif selama kegiatan tetap berada di dalam rumah, Minggu (5/4/2020) – Foto: Henk Widi

Waktu belajar jarak jauh telah ditambah sehingga akan genap selama 28 hari. Kebosanan saat berada di rumah menurutnya dilakukan melalui sejumlah cara.

“Biasanya kami hanya melakukan olahraga lari pada lintasan atletik di stadion Pahoman, kadang berkreasi dengan memasak,” cetusnya.

Christeva dan sang kakak Christina bahkan menyebut kerap membuat tantangan atau challenge. Tantangan yang dilakukan dengan menampilkan kreasi masakan ke akun media sosial Instagram.

Kreasi masakan bersama sang mama menurutnya kerap dilakukan bersama. Namun terkadang ia berkreasi dengan sejumlah resep dari Youtube. Memasak menjadi alternatif baginya dan keluarga mengisi masa stay at home selama masa tanggap darurat Covid-19.

Lihat juga...