Stok Darah di PMI Banyumas Menipis

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO –Dalam sebulan terakhir stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Banyumas terus menurun. Terlebih saat virus corona merebak, orang semakin jarang mendonorkan darahnya. Melihat kondisi tersebut, Yayasan Puhua menginisiasi donor darah bagi para karyawan perusahaan.

Ketua Yayasan Puhua, Yudi Sutanto mengatakan, pihaknya menginisiasi untuk mengajak para anggota supaya ikut donor darah. Sebab, kebutuhan darah terus berjalan, sehingga stok darah harus tetap ada.

“Ada beberapa anggota yayasan yang memiliki perusahaan dan mereka menggerakkan para karyawannya untuk ikut donor darah. Kegiatan donor darah hari ini, yang dilaksanakan pada dua titik semoga bisa mendapatkan banyak kantong darah,” jelasnya, Sabtu (4/4/2020).

Salah satu anggota Yayasan Puhua yang juga Direktur PT Harapan Jaya Globalindo, Hendra Wijaya mengatakan, setelah berkoordinasi dengan pihak PMI dan memastikan donor darah dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta dengan tetap memperhatikan social distancing, ia lalu mensosialisasikan kepada para karyawannya.

Direktur PT Harapan Jaya Globalindo, Hendra Wijaya saat donor darah, Sabtu (4/4/2020) di Sokaraja. Foto: Hermiana E. Effendi

Pengumuman donor darah dilakukan melalui HRD, kemudian bagi karyawan yang berminat diminta untuk mendaftarkan diri. Setelah itu, mereka masih harus melalui proses pemeriksaan kesehatan.

“Ada 50 orang lebih karyawan kita yang mendaftar ikut donor darah. Tetapi belum tentu semua bisa donor, karena masih harus dilakukan pemeriksaan kesehatan dan ketentuan medis lainnya. Misalnya dalam 6 bulan terakhir tidak habis bepergian ke negara yang terdampak corona. Jadi prosedur donor darah ini sangat ketat dan aman,” terang Hendra.

Direktur muda yang baru berusia 36 tahun ini mengaku terpanggil untuk ikut donor darah dan mengajak serta para karyawannya, karena stok darah di PMI sudah sangat minim.

Bahkan kebutuhan darah hanya mencukupi untuk jangka waktu 1-3 hari saja. Padahal banyak orang yang membutuhkan darah, baik yang sakit atau pun yang harus rutin cuci darah.

“Kalau stok darah habis, lalu bagaimana nasib mereka? Jadi kita tidak hanya terpaku pada corona saja dan mengesampingkan pasien lain yang juga membutuhkan pertolongan dan empati dari kita,” tuturnya.

Donor darah dari Yayasan Puhua ini dilaksanakan pada dua titik, yaitu di PT Harapan Jaya Globalindo yang terletak di Jalan Suparjo Rustam, Kecamatan Sokaraja dan di salah satu ruko di Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto.

Sementara itu, dari data PMI Banyumas hingga Jumat (3/4/2020) seluruh stok darah kondisinya kurang, kritis dan sangat kritis.

Direktur Unit Donor Darah PMI, dr. Ivone Rusyandani, mengatakan, untuk stok darah golongan O, tinggal tersisa 89 kantong dan jumlah tersebut hanya cukup untuk persediaan 1, 3 hari. Stok golongan darah O ini termasuk sangat kritis.

Kemudian untuk stok darah golongan AB, tinggal tersisa 27 kantong dan hanya cukup untuk kebutuhan 2,3 hari. Darah A masih ada stok 160 kantong, hanya cukup untuk kebutuhan 3, 2 hari dan darah B ada 170 kantong, cukup untuk persediaan 3, 4 hari.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak yang mau melakukan donor darah di saat situasi seperti sekarang ini,” pungkasnya.

Lihat juga...