Sumbar Percepat Penyaluran Bansos Dampak Covid-19

Editor: Koko Triarko

PADANG – Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, menyatakan pihaknya akan melakukan langkah percepatan penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Ia menjelaskan, untuk bantuan sosial itu Pemprov telah mempersiapkan anggaran dan akan diserahkan ke Kabupaten dan Kota. Terkait waktu, Narsul mengungkapkan masih menunggu data penerima bantuan sosial tersebut.

“Jika telah terkumpul data penerima bantuan dari masing-masing kabupaten kota se-Sumatra Barat, maka akan segera disalurkan. Hal penting dilakukan, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran,” katanya dalam rapat di Padang, Selasa (7/4/2020).

Nasrul menjelaskaan, ada ketentuan dalam penyaluran bantuan sosial dampak Covid-19 tersebut. Dari kesepakatan rapat, penerima bantuan merupakan 15 persen orang di luar daftar Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta di luar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Artinya, ada satu orang di dalam keluarga yang terdampak dan akan menerima Rp200 ribu per bulan selama 3 bulan. Bila ada 5 orang dalam satu keluarga, maka akan mendapatkan masing-masing Rp200 ribu dan total mencapai Rp1 juta per bulannya.

“Kita berharap dalam minggu ini, data segera dikirim oleh kabupaten dan kota, agar bantuan bisa segera terealisasi,” harapnya.

Menanggapi hal ini, salah seorang warga di Padang, Ineng, mengatakan, bantuan Rp200 ribu yang bakal disalurkan oleh Pemprov tidak memperhitungkan nilai belanja sembako barang yang kini harganya banyak yang naik. Ia mengaku bukannya tidak senang dengan upaya pemerintah memberikan bantuan melihat kondisi dampak dari virus itu, tapi perlu juga diperhitungkan nilainya.

“Saya senang jika nanti bantuan itu benar-benar disalurkan. Tapi uang Rp200 ribu itu saya rasa kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama bekerja di rumah. Harga sembako mahal, tidak mungkin hanya sembako saja, kebutuhan lain juga perlu dibantu,” harapnya.

Ia menjelaskan, saat ini harga sembako untuk gula pasir saja mencapai Rp20.000 per kilogram, minyak goreng kemasan bisa mencapai Rp25.000 untuk isi dua kilogram. Belum lagi beras, kebutuhan dapur seperti bawang merah, cabai merah, dan lainnya.

“Tidak lama lagi mau Ramadan, kebutuhan rumah tangga ini harus ada. Suami saya tidak bisa bekerja, karena pemerintah menyuruh di rumah saja. Tabungan kami menipis, mau belanja apalagi ke depannya kami ini?” ungkapnya.

Menurutnya, minimal nilai yang bisa diberikan oleh pemerintah untuk bantuan sosial dalam situasi Covid-19 ialah Rp700 ribu per bulan. Hal itu sudah bisa memenuhi kebutuhan sembako, membayar tagihan listrik dan air PDAM, serta membayar iuran BPJS Kesehatan.

“Saya harap, pemerintah mengkaji ulang hitung-hitungan bantuan yang akan diberikan. Harga sembako itu sekarang pada naik, banyak pengeluaran lainnya yang perlu saya bayarkan,” ungkapnya.

Lihat juga...