Tangani Covid-19, 77 Desa di Sikka Siap Cairkan Dana Desa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Merebaknya pandemi Corona Covid-19 di tanah air turut berdampak terhadap pencairan dan alokasi dana desa yang harus disesuaikan dengan surat edaran Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.

Sebanyak 35 desa di kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dana desanya telah dicairkan dari kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ende, Flores, NTT juga harus menyesuaikan.

“Dari 147 desa di kabupaten Sikka, baru 35 desa saja yang uangnya telah ditransfer dari kantor KPPN Ende ke rekening desa masing-masing,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) kabupaten Sikka, provinsi NTT, Fitrinita Kristiani, Sabtu (4/4/2020).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) kabupaten Sikka provinsi NTT, Fitrinita Kristiani saat ditanyai, Sabtu (4/4/2020). Foto: Ebed de Rosary

Fitri sapaannya mengatakan, meski dananya telah masuk ke rekening desa namun terpaksa dana tersebut diblokir terlebih dahulu mengingat ada perubahan alokasi dana desa dengan adanya wabah Corona.

Pemblokiran dana dilakukan karena desa kata dia, harus melakukan perubahan terhadap struktur APBDes lalu melakukan posting kembali baru setelah itu dana desa tahap pertama bisa dicairkan.

“Kita ada 77 desa dari 147 desa yang sudah siap untuk pencairan dana dan bisa langsung melakukan pembiayaan terkait pencegahan dan penanganan Covid-19,” terangnya.

Kondisi saat ini lanjut Fitri, semua desa atau 147 desa telah siap dan bergerak sehingga menteri desa memberikan apresiasi dan diharapkan awal bulan April ini semua desa sudah bisa mencairkan dana desanya.

Herta Arjunto, tenaga ahli Pembangunan Partisipatif P3MD kabupaten Sikka, provinsi NTT, saat ditemui di kantornya mengatakan, dari 35 desa yang dana desa tahap pertamanya sudah masuk ke rekening desa, baru mengajukan SPP.

Desa tersebut juga kata Herta, sudah diverifikasi oleh biro administrasi sehingga pihaknya mengharapkan bisa disesuaikan dengan instruksi bupati Sikka terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 di desa.

“Pembiayaan dari dana desa tahap pertama ini makdimal 3 bulan sejak April sampai bulan Juni 2020. Kendalanya pertama kesiapan pemerintah desa karena APBDes sudah ditetapkan tetapi harus diubah,” ungkapnya.

Tetapi dalam rangka pencegahan Covid-19 tegas Herta, maka semua harus berjuang bersama-sama sehingga sebelum dana dicairkan maka harus ditetapkan Perdes perubahan APBDes dan penjabarannya.

Tentu kata dia, ada pergeseran dan tambahan jenis kegiatan dalam APBDes tersebut sehingga pihaknya berharap belum terlambat sebab belum ada perubahan sehingga akan ada penyesuaian-penyesuaian.

“Saya harapkan dana ini diupayakan untuk pencegahan Covid-19 di desa terutama pembiayaan tim relawan desa yang perlu dioptimalkan. Semua desa wajib mengalokasikannya dan sudah siap hampir 55 desa karena semua dokumen sudah terproses di KPPN Ende,” terangnya.

Lihat juga...