Terapung Sembilan Jam, Lima Nelayan di Sebatik Berhasil Diselamatkan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Satuan Pengawasan (Satwas) SDKP-KKP Sebatik bersama dengan aparat gabungan TNI-AL, Basarnas dan Kepolisian, berhasil menyelamatkan lima orang nelayan yang mengalami kecelakaan laut.

Hal tersebut berkat kesigapan Pengawas Perikanan di Satwas SDKP Nunukan Sebatik dan dibantu masyarakat lima orang nelayan yang tengah melakukan pemancingan di sebuah bagan yang berada di perairan Sebatik tertolong.

”Tim gabungan berhasil menyelamatkan 5 orang nelayan yang mengalami kecelakaan laut pada saat melakukan kegiatan penangkapan ikan,” terang Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Tb Haeru Rahayu, Rabu (8/4/2020) malam.

Tb menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pengawas Perikanan pada Satwas SDKP Nunukan Sebatik yang berada dalam komando Akhmadon selaku Kepala Stasiuan PSDKP Tarakan, atas kesigapan serta respon yang sangat positif terhadap kejadian tersebut.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Pengawas Perikanan mampu menerjemahkan visi besar Ditjen PSDKP-KKP untuk menjadi sahabat bagi nelayan, melalui upaya untuk melindungi nelayan Indonesia pada saat di laut.

”Kami memberikan apresiasi atas respon cepat Pengawas Perikanan yang segera melakukan koordinasi dengan aparat terkait dan segera bergerak melakukan pencarian ke lokasi. Ini hal yang sangat positif untuk menunjukkan bahwa Ditjen PSDKP-KKP akan melindungi nelayan Indonesia,” tegas Tb.

Terpisah, Kepala Stasiun PSDKP Tarakan, Akhmadon, menyampaikan kronologis dan upaya penyelamatan yang dilakukan oleh aparat gabungan dan masyarakat terhadap 5 orang nelayan yang diketahui mengalami kecelakaan laut pada saat melakukan penangkapan ikan di Bagan yang ada di perairan Sebatik.

”Kami mendapatkan laporan masyarakat pada tanggal 7 April 2020 sekitar Pukul 22.00 WITA bahwa ada 5 orang nelayan yang mengalami kecelakaan laut saat memancing di sebuah bagan,” jelas Akhmadon.

Selanjutnya tim PSDKP Tarakan bersama dengan Posal Sei Pancang, Posal Sei Tewan, Polsek Sebatik Timur, Polairud sebatik, Basarnas Nunukan dan masyarakat nelayan melakukan pencarian.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, Koordinator Satwas SDKP Nunukan Sebatik Robi Junanto segera berkoordinasi dengan instansi terkait dan bersama-sama dengan masyarakat nelayan segera melakukan pencarian.

Akhmadon menambahkan bahwa tim sempat mengalami kesulitan karena pada saat itu kondisi air laut agak surut dan arus cukup kencang sehingga perahu yang digunakan untuk melakukan pencarian tidak leluasa bergerak.

”Setelah hampir sembilan jam melakukan pencarian, keesokan harinya pada tanggal 8 April 2020 sekitar pukul 06.45 WITA, kelima nelayan tersebut berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” tutup Akhmadon.

Untuk diketahui bahwa 5 orang nelayan asal Sebatik mengalami kecelakaan laut pada tanggal 7 April 2020 pukul 22.00 WITA.

Kelima nelayan tersebut adalah Salim (36 tahun), Ashar (22 tahun), Sudirman (20 tahun), Isami (24 tahun) dan Abdul Erwin (27 tahun).

Pada saat melakukan penangkapan ikan di bagan, speed boat yang digunakan nelayan tersebut hanyut sehingga dua nelayan sempat terapung di tengah laut selama sembilan jam.

Lihat juga...