Turunkan 216 Penumpang, KM. Lambelu Langsung ke Makassar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Kapal Pelni KM. Lambelu yang sempat membuat kepanikan karena terdapat 3 penumpang terindikasi positif Covid-19 akhirnya kembali ke Makassar setelah menurunkan sebanyak 216 penumpang asal dari berbagai kabupaten di pulau Flores.

Setelah menurunkan penumpang, kapal tidak lagi mengangkut penumpang dan kembali bertolak ke Makassar agar para Anak Buah Kapal (ABK) bisa menjalani perawatan kesehatan di Makasar provinsi Sulawesi Selatan.

“Kapalnya sudah kembali dan nanti akan dilakukan pemeriksaan lanjutan secara menyeluruh di Makassar Sulawesi Selatan. Kapal juga akan dikarantina sementara,” tutur bupati Sikka, NTT, Fransiskus Roberto Diogo, Rabu (8/4/2020).

Bupati Sikka, NTT, Fransiskus Roberto Diogo saat ditemui di Posko Covid-19 Sikka, Rabu (8/4/2020). Foto: Ebed de Rosary

Robi sapaannya mengatakan, semua ABK berjumlah 95 orang berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap sampel 25 orang ABK menggunakan alat rapid test terdapat 3 orang yang anti bodinya reaktif atau menurun.

“Kalau anti bodinya menurun berarti tubuh sudah membentuk anti bodi. Berarti sudah ada virus di dalam tubuh karena kalau tidak ada virus maka anti bodinya nol,” jelasnya.

Kenapa dilakukan rapid test, Robi tegaskan, karena berdasarkan rekam jejak perjalanan kapal bisa dianalisa, tanggal 28 Maret diketahui ada penumpang KM. Lambelu sebanyak 4 orang positif Covid-19.

Informasi itu sebut dia, disampaikan pada tanggal 2 April sehingga bila dirunut perjalanan kapal maka akan tiba di Maumere tanggal 6 April, artinya di bawah 14 hari.

“Maka kita langsung mengimbau supaya jangan dulu masuk ke Maumere, tetapi dilakukan pemeriksaan terhadap 95 ABK terlebih dahulu. Kalau ABK positif bagaimana?” ujarnya.

Harusnya kapal KM. Lambelu berhenti terlebih dahulu di Nunukan Kalimantan untuk dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap para ABK. Dugaan pemda Sikka terbukti ada indikasi ABK terjangkit Covid-19.

Satu orang petugas kantin perempuan tersebut, ucapnya, selalu berinteraksi hampir dengan semua penumpang kapal. Kemudian 2 ABK lain yang juga menurut informasi memiliki hubungan dekat dengan yang positif.

“Informasi dari Pelni dan petugas kapal, kedua ABK ini memiliki hubungan dekat dengan jamaah yang pulang dari melakukan tablig akbar di Gowa. Ketika disebutkan dua nama tersebut ABK di kapal langsung terkejut berarti ada kaitan dengan jamaah yang dari Gowa tadi,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus, mengatakan, para penumpang yang ditampung di gedung Sikka Convention Center (SCC) dan aula rumah jabatan bupati Sikka akan dilakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatannya secara ketat.

Petrus menyebutkan, memang hasil rapid test baru berupa indikasi namun untuk mencegah apabila terjadi penularan maka para penumpang tersebut mendapat pengawasan ketat.

“Kita melarang keluarga dan pihak luar untuk mengunjungi para peumpang yang sedang menjalani karantia selama 14 hari tersebut. Ini untuk mencegah agar tidak ada orang lain yang berhubungan dengan mereka selama 14 hari selain petugas medis,” ujarnya.

Lihat juga...