Usaha Jamur Tiram di Lebak Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat

Pekerja memanen jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) – Foto Ant

LEBAK – Pelaku usaha budi daya jamur tiram di Kabupaten Lebak, Banten, dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat pedesaan. Kegiatannya mampu mengatasi urbanisasi ke luar daerah.

“Kita mengapresiasi pelaku usaha jamur tiram di sini berkembang dan menyerap tenaga kerja lokal,” kata Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak, Abdulrahman, Kamis (9/4/2020).

Bergulirnya ekonomi melalui usaha budi daya jamur tiram, berawal dari penyaluran dana stimulus sebesar Rp100 juta untuk kelompok Usaha Ekonomi Masyarakat (UEM) setempat. Dana stimulus tersebut menjadi perangsang agar masyarakat mengembangkan usaha budi daya jamur tiram.

Pelaku usaha jamur tiram diawali oleh sembilan kelompok. Dan saat ini sudah tumbuh dan berkembang, bahkan menjadi kegiatan andalan ekonomi masyarakat pedesaan di daerah tersebut. Usaha yang dikelola oleh BUMDes dengan menyertakan modal Rp170 juta dari Dana Desa (DD) di awal 2020, kini bergulir untuk penyaluran kelompok baru. “Kami optimistis, usaha jamur tiram bisa menjadikan klaster usaha ekonomi masyarakat di sini dan mampu mengatasi urbanisasi juga kemiskinan dan pengangguran,” kata Kepala Desa Sukamekarsari itu.

Karena berkembangnya usaha jamur tiram, kini tingkat kemiskinan menurun. Bahkan, data penduduk Desa Sukamekarsari, dari 1.741 KK miskin, kini telah turun menjadi 602 KK. Usaha jamur tiram dinilai lebih cepat menghasilkan uang, karena pangsa pasar cukup luas. Saat ini, produksi jamur tiram dapat memenuhi permintaan pasar dari luar daerah, seperti Rangkasbitung, Pandeglang, Serang dan Tangerang.

Kelompok bisa memasok jamur tiram 200-300 kilogram per-hari. Saat ini, harga jamur tiram di pasaran sebesar Rp 10 ribu per-kg. Setiap kelompok usaha bisa menghasilkan pendapatan Rp2 juta sampai Rp3 juta per-hari. “Kami meminta kelompok usaha budi daya jamur tiram agar ditingkatkan produksinya. Sebab permintaan pasar cukup tinggi,” tandasnya.

Toto, seorang pembudidaya jamur tiram warga Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak mengatakan, komoditas jamur tiram memiliki kelebihan. Selain rasanya enak, juga beraroma, pemasarannya mudah dilakukan dan memiliki pasar yang siap menampung hasil budi daya.

Saat ini, pembudidaya jamur tiram binaanya sudah mencapai puluhan kelompok. Kegiatannya menyerap tenaga kerja 111 orang, dengan keuntungan Rp30 juta, dan jika dirata-rata maka keuntungan per kelompok mencapai Rp1 juta. “Saya optimistis usaha budi daya jamur tiran yang dikelola BUMDes dapat mendongkrak ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...