Uskup Maumere Tegaskan Jaga Jarak Bukan Berarti Mengucilkan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Merebaknya virus Corona membuat masyarakat  khawatir dan was-was serta membentengi wilayah mereka supaya setiap orang yang datang dari luar bisa diawasi secara ketat.

Tetapi banyak yang masih melakukan penolakan terhadap sesama warga asal daerah sendiri yang datang dari luar daerah atau pulang dari rantau bahkan tidak diperkenankan tinggal di wilayah tersebut.

“Kami dihadang masyarakat di desa Umauta, kecamatan Bola. Kami dilarang untuk masuk ke wilayah tersebut bahkan mereka datang membawa parang dan mengusir kami pergi,” kata Elisabeth Maria Elis, warga asal desa Umauta kecamatan Bola, Sikka, NTT, Rabu (8/4/2020).

Elis katakan, dirinya bersama suami dan orang tua pulang dari Ambon menggunakan kapal laut dan baru tiba pagi tadi, Rabu (8/4/2020) menggunakan pesawat dari Makassar dan langsung menuju kampung halaman.

Baru mau sampai desa Umauta masyarakat tolak dan mereka melempar dengan batu, palang jalan. Mereka palang jalan dan tidak lama kemudian datang banyak orang menggunakan sepeda motor dan  bawa parang lalu mencegat kami agar jangan masuk ke desa.

“Kami bingung padahal kami sudah menjalani pemeriksaan kesehatan di beberapa tempat dan ada surat hasil pemeriksaan. Sempat terjadi keributan dan kami dibawa oleh polisi ke Posko Covid ini,” tuturnya.

Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, saat ditemui usai memberikan bantuan beras, sembako dan perlengkapan bagi ibu dan anak ke Posko Covid meminta masyarakat agar jangan bertindak di luar kendali.

Uskup Maumere Mgr. Ewaldus Martinus Sedu saat ditemui, Rabu (8/4/2020). Foto: Ebed de Rosary

Memang kepanikan pasti akan terjadi kata Uskup Ewal dan diharapkan agar masyarakat tetap tenang karena telah diberi imbauan dari pemerintah dan kita bersyukur kita diingatkan.

“Tetapi ketika kita diminta menjaga dan sebagainya bukan berarti kita memisahkan saudara kita yang lainnya,” tegasnya.

Hati-hati boleh kata Uskup Ewal, tapi jangan sampai menjauhkan atau mengucilkan sesama saudara kita yang baru datang dari luar daerah dan merupakan warga asal kabupaten Sikka.

Dirinya bersyukur di wilayah-wilayah tertentu orang begitu ketat menjaga wilayahnya, dan bila ditemukan ada orang baru maka harus dilaporkan tetapi jangan sampai membuang mereka.

“Dalam penanganan Covid-19 akan membutuhkan waktu, tenaga, dan akan meninggalkan keluarga, teman-teman, dan sebagainya. Kalau kita hanya mengandalkan kekuatan manusia saja tentu tidak cukup,” sebutnya.

Sehingga kita sebagai manusia ungkap Uskup Ewal, membutuhkan bantuan Tuhan, meminta penyertaan Tuhan dalam setiap karya kita entah itu tenaga kesehatan, relawan, para pekerja lainnya serta jurnalis agar bisa diberikan kesehatan.

Kesukupan Maumere ucapnya, memberikan bantuan melalui Posko Covid-19 agar bisa disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat dampak dari merebaknya virus Corona.

“Keuskupan Maumere juga akan mengambil Dana Geser untuk membantu warga masyarakat yang terkena dampak dari adanya pandemi Corona ini. Kita memberikan bantuan beras dan kebutuhan pokok lainnya serta kebutuhan bagi ibu-ibu dan anak,” jelasnya.

Lihat juga...