Volume Kendaraan di Perbatasan Banyumas Turun 70 Persen

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, ditemui di kantor, Senin (27/4/2020). –Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Jumlah kendaraan yang melintas di wilayah perbatasan Kabupaten Banyumas, dalam beberapa hari terakhir terus mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan imbauan pemerintah supaya masyarakat tidak mudik ke kampung halaman banyak dipatuhi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, mengatakan jumlah kendaraan yang melintas menurun hingga 70 persen, baik kendaraan umum seperti bus atau pun kendaraan pribadi.

“Imbauan dari pemerintah pusat atau pun dari para kepala daerah untuk tidak mudik berhasil, terbukti volume kendaraan turun dratis,” katanya, Senin (6/4/2020).

Dari rekap data di posko perbatasan Kabupaten Banyumas, jumlah kendaraan yang melintas terus mengalami penurunan.

Pada Jumat (3/4/2020), jumlah kendaraan yang diperiksa oleh petugas gabungan di perbatasan ada 1.027 dan penumpang yang diperiksa tercatat ada 2.254. Jumlah tersebut mengalami penurunan pada Sabtu (4/4/2020), di mana kendaraan yang diperiksa hanya 947.

“Biasanya kalau Sabtu-Minggu volume kendaraan meningkat, karena masuk akhir pekan, tetapi sekarang justru cenderung menurun. Hari Sabtu kemarin ada 947 kendaraan yang diperiksa dan petugas menemukan 5 orang yang suhu tubuhnya tinggi. Tiga orang di antaranya hendak mudik ke Desa Jipang, Kecamatan Karanglewas, dan mereka dari Ciamis. Suhu tubuhnya mencapai 37,5 derajat celcius dan yang bersangkutan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari,” terang Agus.

Pada hari terakhir bulan Maret, Selasa (31/3/2020), petugas hanya memriksa 75 kendaraan dengan jumlah penumpang 140 orang.

Dengan terus menurunnya volume kendaran tersebut, maka untuk sementara waktu posko di perbatasan dihentikan.

“Penghentian operasional posko di perbatasan ini sifatnya sementara, nanti menjelang bulan Ramadan atau Lebaran, jika terjadi lonjakan kendaraan lagi, kita akan operasionalkan posko kembali,” jelasnya.

Penurunan volume kendaraan tak hanya terjadi di wilayah perbatasan.  Di Terminal Bulupitu, Purwokerto, jumlah kedatangan maupun keberangkatan bus juga menurun.

Dari data Dishub Banyumas, kedatangan penumpang di Terminal Bulupitu mencapai puncaknya pada 22 Maret 2020, yaitu 2.000 lebih penumpang dan jumlah bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) yang datang di atas 500 bus.

Menjelang akhir bulan Maret, kedatangan bus maupun penumpang mulai mengalami penurunan. Mulai tanggal 27 Maret, bus AKAP yang beroperasi tersisa hanya sekitar 200 bus. Jumlah tersebut terus menurun, hingga akhir bulan Maret sampai sekarang hanya tinggal sekitar 100 bus yang beroperasi.

“Bus AKAP yang beroperasi, baik yang datang maupun yang berangkat hanya tinggal sekitar 100, jumlah penumpang juga menurun, hanya pada kisaran 100-200 orang per hari,” jelas Agus.

Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Sokaraja, Lina, mengatakan biasanya menjelang puasa ia mudik ke Pemalang untuk menengok orang tua, namun pada puasa kali ini, ia membatalkan rencana mudiknya.

“Kita mengikuti imbauan pemerintah supaya tidak mudik terlebih dahulu. Semua demi kesehatan bersama, karena kondisi di Pemalang juga banyak yang terinfeksi Corona,” tuturnya.

Lihat juga...