Lebaran CDN

Wabah COVID-19, Bupati Nunukan Terapkan Jam Malam

Seorang pedagang di kawasan Alun-alun Kudus, Jawa Tengah, mengemasi lapak jualannya karena sudah memasuki masa diberlakukannya pembatasan jama malam. -Ant

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menerapkan jam malam. Kebijakan tersebut berlaku sejak 21 April 2020. Jam malam diberlakukan, untuk antisipasi risiko penyebaran virus corona atau COVID-19.

Saat ini di daerah tersebut jumlah pasien positif sudah mencapai 24 orang. Oleh karenanya, Bupati Hj Asmin Laura Hafid menilai, perlu langkah tegas untuk mencegah penularan virus corona semakin meluas. Bupati Hj Asmin Laura Hafid mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 100/037/PEM, yang ditujukan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-16, para camat se-Kabupaten Nunukan dan masyarakat setempat.

Di dalam surat edaran tersebut disebut, seluruh masyarakat Kabupaten Nunukan harus meningkatkan kewaspadaan diri, dengan berperilaku hidup bersih dan sehat, tetap di rumah saja dan tidak bepergian selama masa darurat bencana COVID-19. Masyarakat tidak melakukan aktivitas pada malam hari, utamanya di jalan-jalan protokol. Aktivitas malam hari mulai pukul 21.00 wita hingga 05.00 wita hanya untuk keperluan mendesak dan penting.

Kepada pemilik toko, warung makan, kedai kopi atau usaha sejenisnya, yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, diminta tidak menyediakan layanan termasuk makan minum di tempat.  Pelayanan dengan cara dibungkus, dengan batas waktu pelayanan hingga pukul 21.00 wita.

Namun demikian, Bupati Laura, masih memberi toleransi kepada masyarakat, apabila ada kepentingan yang mendesak. Hanya saja tetapi wajib memakai masker dan membawa hand sanitizer. Tim Gugus Tugas COVID-19 Nunukan diminta melakukan monitoring, dan memantau hingga ke desa-desa. Kegiatannya bisa dilakukan secara bersinergi dan berkala di atas pukul 21.00 wita. (Ant)

Lihat juga...