Wantim MUI Minta Pemerintah Blokade Masuknya TKA

Editor: Koko Triarko

Wakil Wantim MUI, Didin Hafidhuddin pada konferensi pers melalui aplikasi Zoom di Jakarta, Kamis (2/3/2020). -Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA – Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), mengimbau agar semua pihak tidak menyepelekan wabah virus Corona penyebab Covid-19. Meskipun jumlah korban meninggal tidak signifikan, namun setiap jiwa dalam pandangan Islam sangat berarti.

Wakil Ketua Wantim MUI, Didin Hafiduhddin, mengatakan menyelamatkan jiwa dan nyawa manusia itu merupakan prioritas dari kejadian wabah Covid-19 ini. Sehingga kegiatan-kegiatan apa pun harus dilakukan untuk menyelematkan manusia dari penyebaran wabah ini.

“Menyelamatkan jiwa manusia itu yang utama. Walaupun korban ratusan, tidak boleh dianggap kecil. Karena dalam perspektif Islam, menghidupkan satu jiwa sama dengan menghidupkan manusia seluruhnya. Dan, membunuh satu manusia itu sama dengan membunuh seluruhnya,” kata Didin, dalam konferensi pres melalui aplikasi Zoom di Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Dengan penuh keprihatinan, Wantim MUI mengharapkan adanya konsolidasi semua elemen umat, baik MUI pusat dan daerah, juga ormas Islam dan pihak lainnya dalam rangka memberikan penyadaran kepada umat Islam, agar pensebaran wabah Covid-19 ini bisa dihentikan dengan menjaga jarak fisik satu sama lain.

Bagi umat Islam, kata Didin, dalam beribadah melaksanakan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Ibadah dalam Situasi Wabah Covid-19.

Fatwa itu mengajak masyarakat untuk menjaga jarak fisik, khusus bagi umat Islam, agar tidak berjemaah di masjid sementara waktu sampai wabah Corona sirna.

“Umat Islam agar melaksanakan Fatwa MUI Nomor 14 itu, salat yang biasanya berjemaah di masjid ini tidak dulu, tapi di rumah saja. Ini bukan meninggalkan masjid, karena jika begitu ini menyakitkan. Ini hanya berpindah saja untuk sementara waktu dalam kondisi wabah ini,” ujarnya.

Menurutnya dalam kondisi tidak aman seperti sekarang ini, tentu harus melaksanakan ibadah yang lebih aman tidak berkerumun, sesuai yang terinci dalam Fatwa MUI tersebut.

Didin juga mengharapkan pemerintah agar menggencarkan program-program mitigasi Covid-19, sehingga tidak makin banyak korban berjatuhan.

“Ya, seperti pendanaan strategis untuk kalangan rentan yang terdampak wabah Covid-19,” imbuhnya.

Menurutnya, pemerintah dan semua elemen bangsa tetap harus memperhatikan golongan lemah yang tidak tertular Covid-19, tetap mereka sangat terdampak secara ekonomi.

“Seperti pedagang dan lainnya, sehingga perlu uluran tangan dari kalangan mampu,” ujarnya.

Terpenting lagi, Didin juga meminta pemerintah agar memblokade masuknya tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia, untuk saat ini.  “Apa pun alasannya, TKA tidak boleh masuk karena dapat menjadi pembawa virus Covid-19. Dikhwatirkan akan menambah parah penyebaran wabah ini di Indonesia,” pungkasnya.

Lihat juga...