Warga Nelle-Sikka Produksi Kursi dari Botol Plastik

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Seorang sarjana dan ibu rumah tangga di kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur, berinisiatif membuat kursi dan meja dari botol plastik.

“Sudah hampir lima bulan saya membuat meja dan kursi dari botol plastik bekas,” kata Maria Angelina Deya, warga desa Nelle Urung, kecamatan Nelle, kabupaten Sikka, Rabu (22/4/2020).

Maria mengatakan, botol plastik yang berserakan harus dimanfaatkan, sehingga dirinya membeli dari pemulung dan anak-anak sekolah yang mengantar ke rumanya dengan harga Rp1.000 untuk 3 buah botol bekas air kemasan ukuran 1,5 liter.

Untuk membuat sebuah kursi, terangnya, dibutuhkan 19 botol dan untuk meja dibutuhkan 37 botol, sehingga satu set untuk 4 kursi dan satu meja dibutuhkan 113 botol plastik.

“Awalnya banyak sekali yang mengantar botol ke saya dan lama-lama sudah mulai sulit. Kalau botol ukuran 600 mililiter banyak sekali. Saya beli dari pemulung di kota Maumere,” tuturnya.

Tamatan sarjana Strata Satu (S1) Psilologi Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, ini mengaku sangat peduli kebersihan dan sampah, sehingga mencari cara agar bisa membuat produk untuk mengurangi sampah plastik.

Maria pun mengaku belajar membuat kursi dan meja dari internet dan mempraktikkannya langsung di rumah, dan ternyata produk yang dihasilkan disenangi pembeli, dan membuat pesanan melimpah.

“Sebulan saya bisa jual 3 sampai 5 set kursi dan meja dari botol plastik. Satu set saya jual Rp1,5 juta, dan respons pasar sangat bagus karena produk yang dihasilkan kuat dan tahan lama,” ujarnya.

Lihat juga...