Warga Nunukan Waspadai Kiriman Banjir dari Malaysia

Ilustrasi Banjir - [DOK CDN]

NUNUKAN – Warga yang tinggal di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, mulai mewaspadai potensi banjir kiriman dari negara tetangga Malaysia. Kewaspadaan tersebut muncul, bersamaan dengan turunnya hujan deras beberapa hari terakhir.

Plt Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis mengatakan, telah mengingatkan warganya agar fokus terhadap potensi banjir kiriman dari Malaysia. Hal itu harus dilakukan di tengah-tengah kesiapan pada langkah-langkah pencegahan penyebaran COVID-19 yang sedang mewabah.

Lumbis mengaku, mendapatkan informasi dari kerabatnya yang ada di wilayah Sabah Malaysia, muka air sungai di hilir sudah naik sejak memasuki musim hujan beberapa hari ini. Tercatat, banjir yang menggenangi Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan, setiap tahunnya akibat kiriman dari negara tetangga.

Sungai Talangkai di wilayah Sepulut Negeri Sabah sebagai hilir, muka airnya mulai naik. Sungai tersebut mengalir melewati Pampangon terus berlanjut ke Sungai Logongon dan Pegalungan. Selanjutnya aliran memasuki wilayah Indonesia melalui Labang, Sungai Pansiangan Kecamatan Pansiangan. Terus menuju Sungai Sembakung yang berada di muara Selat Makassar.

Warga yang ada di Kecamatan Sembakung diminta waspada, meskipun air pada sejumlah sungai yang mengarah ke Sungai Sembakung terlihat masih normal. Beberapa sungai yang mengarah ke Sungai Sembakung adalah Sungai Sumentobol, Sungai Samalat, Sungai Sumalumung, Sungai Saludan, Sungai Senalad, Sungai Sungoi, Sungai Ubol dan Sungai Sedongan. (Ant)

Lihat juga...