10 Asteroid Dekati Bumi Sepanjang 2020

JAKARTA – Sejak akhir 2019 hingga akhir 2020, tercatat Bumi beberapa kali dikunjungi oleh salah satu penghuni langit, yaitu Asteroid. Sedikitnya ada 10 yang tercatat menghampiri Bumi. 

Staf Astronomi Planetarium dan Observatorium Jakarta, Mohammad Rayhan, menyatakan keberadaan asteroid sudah sejak lama diteliti oleh para astronom.

“Karena walaupun belum ada dinyatakan korban jiwa, tapi potensi asteroid berukuran besar yang memasuki wilayah Bumi itu tetap ada. Mengingat, jalur asteroid memang berada dekat dengan jalur orbit Bumi,” kata Rayhan, saat dihubungi, Sabtu (23/5/2020).

Astronom POJ, Widya Sawitar, saat dihubungi, Sabtu (23/5/2020). –Foto: Ranny Supusepa

Dari data, lanjutnya, ada 10 asteroid besar yang selama 2020 tercatat mendekati Bumi. “Asteroid yang terbesar berukuran 4 kilometer dengan kecepatan 31,320 kilometer per jam, yang disebut 52768 1198 OR2 yang muncul pada 29 April lalu,” ujarnya.

Asteroid ke dua terbesar adalah 136795 1197 BQ yang berukuran 1,4 kilometer, yang memiliki kecepatan 42,048 kilometer per jam dan mendekati Bumi pada jarak 6,2 juta kilometer.

“Selanjutnya ada asteroid 163373 2002 PZ39 yang terlihat sehari setelah perayaan Valentine, lalu akan ada 153201 2000 WO107 yang memiliki kecepatan 90 kilometer per jam dan diperkirakan akan mendekati wilayah Bumi pada November 2020,” ujar Rayhan.

Yang terdekat waktu kedatangannya, lanjutnya, adalah 163348 2002 NN4 yang menurut data akan terlihat pada 6 Juni mendatang dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam.

“Kalau yang pertama mengunjungi Bumi itu 2019 UO pada 10 Januari lalu. Yang tanggal 10 Mei kemarin, itu adalah 388945 2008 TZ3.  Dan sebelumnya, tanggal 7, ada 438908 2009 XO. Pada Maret, ada asteroid 2012 XA133 dan pada 11 April ada asteroid 363599 2004 FG11,” urainya.

Astronom POJ, Widya Sawitar, menyampaikan, bahwa sejak era akhir abad 20 dengan penelitian lanjut, telah diketahui terdapat lebih dari 2000 asteroid yang diameternya lebih besar dari 800 meter, di mana 400-an di antaranya adalah Near-Earth Objects (NEOs).

“Memasuki abad 21, sampai 2004, telah didata cukup baik kehadiran tidak kurang dari 600.000 buah asteroid. Pada 2011, wahana WISE mendata 33.000 asteroid yang baru dan 133 buah di antaranya termasuk NEO, serta terdapat 20 komet,” kata Widya saat ditanyai mengenai penelitian asteroid.

Bila semua asteroid, baik berukuran besar maupun kecil atau orde meter dimasukkan, maka jumlah asteroid tersebut ditaksir mencapai jutaan buah. Bila semua batuan di “sana” didata, diperkirakan akan lebih dari 1 milyar buah. Hampir semua memiliki lintasan orbit layaknya planet.

“Memang sayangnya, untuk mengamati asteroid di lautan bintang sangat sulit. Butuh kesabaran walau dengan menggunakan teleskop modern sekali pun. Wajahnya di kubah langit layaknya bintang, namun sangatlah redup,” ujarnya lebih lanjut.

Ada beberapa wahana antariksa yang sudah dikirim ke asteroid seperti Galileo yang diluncurkan Oktober 1989, yaitu mendekati asteroid 951 Gaspra pada Oktober 1991, dan 243 Ida pada Agustus 1993.

Juga wahana penyelidik NEAR-Shoemaker (Near Earth Asteroid Rendevous) yang diluncurkan pada 1996, dan beroperasi sampai akhir 2002.

Wahana lain, semisal Rosetta (milik ESA) yang fly-by (lintas dekat) ke asteroid Lutetia pertengahan 2010. Wahana ini pada 2014 juga berhasil meneliti komet 67P/Churyumov-Gerasimenko. Selain itu, ada Hayabusa oleh Jepang, yang berhasil mengambil contoh batuan dari asteroid Itokawa.

“Sampai Maret 2017, diketahui ada NEO berupa asteroid sebanyak 15.422 buah yang telah diketahui datanya, 874 di antaranya berdiameter lebih dari 1 km. Berdasarkan lintas orbitnya, sebanyak 1.765 asteroid berpotensi berkenalan dengan kita semua. Artinya dapat saja terjadi tabrakan,” katanya.

Sementara itu, sampai tanggal 10 April 2017 tidak kurang 166.791.696 pengamatan telah dilakukan dengan total objek sebanyak 733.599 buah, dan diketahui 488.449 buah adalah asteroid dan 3.973 buah adalah komet, serta sebanyak 241.177 buah masih dalam penelitian.

Bahkan, diperkirakan terdapat lebih dari 1 juta asteroid yang lebih besar dari 1 kilometer. “Yang menjadi perhatian peneliti adalah mereka acap mengembara ke Matahari, yang berarti mendekat ke Bumi. Ada yang memiliki periode tertentu, ada yang tidak,” pungkasnya.

Lihat juga...