2.444 Guru Honorer di Padang Pariaman Terima Insentif

Editor: Makmun Hidayat

PADANG PARIAMAN — Jelang penutupan bulan suci Ramadan 1441 Hijriyah ada sebanyak 2.444 guru honoror di daerah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menerima insenfif dengan jumlah masing-masing guru itu mendapatkan Rp500.000.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Rahmang, mengatakan, menyalurkan insentif kepada ribuan guru honorer di masa pandemi Covid-19 ini amatlah sangat tepat. Untuk itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayan atas izin Bupati Padang Pariaman, menyalurkan insentif itu kepada para guru honorer.

“Selama ini para guru honorer telah berperan banyak terhadap pendidikan terutama di daerah Padang Pariaman. Seiring adanya kondisi seperti wabah ini, kita merasakan betul dampaknya ke berbagai sisi kehidupan. Hal ini juga menjadi alasan insentif ini kita berikan sekarang,” katanya, Kamis (21/5/2020).

Rahmang menyatakan bahwa insentif yang disalurkan itu telah ditransfer dengan jumlah total keseluruhan sebesar 14.664.000.000. Nantinya dana insentif ini diberikan kepada 2.444 orang guru honor TK, SD dan SMP serta operator dan penjaga sekolah SD sampai SMP.

“Untuk tahap pertama disalurkan insentif sebanyak Rp500.000 per orang dan dibayarkan selama 4 bulan dari bulan Januari sampai April, dan dana itu langsung ke rekening yang bersangkutan,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap dana insentif itu dapat membantu kebutuhan hidup dalam masa pandemi Covid-19 ini. Apalagi juga mau berakhir Ramadan, sehingga dana itu dapat dipergunakan sebaik mungkin, menjelang nanti sekolah dibuka kembali untuk aktivitas belajar.

Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni dalam kesempatan wawancara beberapa waktu lalu. -Foto: M. Noli Hendra

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni, menyebutkan, pemerintah tentunya sangat memperhatikan nasib para guru, dan pemerintah akan berusaha agar taraf hidup mereka lebih meningkat di masa mendatang. Begitu halnya dengan adanya dana insentif itu, yang diharapkan membantu biaya hidup.

Ali mengaku merasakan betul bagaimana menjadi soal guru, karena dulunya dirinya juga seorang guru yang mengajar di Teluk Kuantan yang sekarang dikenal dengan Kuantan Singingi. Dulunya ia mengajar di daerah terpencil dengan akses yang terbatas, sehingga ia merasakan betul kesulitan hidup sebagai guru.

“Saya berharap betul para guru itu lebih baik hidupnya. Karena guru ini adalah profesi yang mulia. Sebab apabila ilmu itu bermanfaat dan digunakan terus oleh muridnya, maka pahala tersebut akan terus mengalir. Inilah yang membuat saya dulu bangga menjadi seorang guru,” ceritanya.

Hal itu lah yang mendasari Ali Mukhni untuk memberikan insentif kepada guru honorer tersebut, sebab kini masa pandemi Covid-19 dibutuhkan biaya hidup yang cukup. Meski jumlahnya tidak begitu besar dan bahkan jauh dari jumlah UMR, diharapkan dapat membantu kebutuhan di masa pandemi ini.

Bupati mengatakan, di daerahnya itu juga tengah mewujudkan Tarok City. Di sana juga bakal menjadi sebuah kawasan untuk perkembangan pendidikan di Padang Pariaman. Hal tersebut dilakukan agar pendidikan di daerahnya, terus membaik dari waktu ke waktu.

“Jika itu nantinya terwujud, maka pendidikan di Padang Pariaman bakal maju. Di sisi lain seperti lapangan pekerjaan dan perekonomian sekitarnya akan tumbuh. Inilah keinginan saya sebelum masa jabatan ini berakhir,” harapnya.

Lihat juga...