Ada Dua Aduan THR Diterima Sudinakertrans dan Energi Jakbar

Ilustrasi - Pembayaran THR kepada karyawan – Foto Ant

JAKARTA – Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Barat menerima dua aduan dari pekerja, terkait pembayaran tunjangan hari raya atau THR.

Kasudin Nakertans dam Energi Jakarta Barat, Ahmad Ya’la menyebut, aduan tersebut baru datang Senin (18/5/2020) sore, dari posko pengaduan THR yang berada di kantor kerjanya. “Sejauh ini hanya dua perusahaan saja belum membayarkan THR sampai sekarang ini,” ujarnya​, di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Setelah mendapat pengaduan tersebut, Sudin Nakertrans dan Energi Jakarta Barat akan menghubungi dua perusahaan yang diadukankan. Hal itu untuk mengklarifikasi, dan mencari tahu kebenaran atas aduan tersebut.

“Mereka (perusahaan) besok akan kami tanya dulu, kenapa tidak dibayar. Kalaupun tidak tuntas, habis Lebaran biasanya akan ada prosedur lebih lanjut. Kami tidak tahu apa tidak bayar itu karena tidak kuat, atau gimana. Nanti kami minta klarifikasi perusahaan terkait penyebabnya,” jelasnya.

Jika, pihak perusahaan dapat dihubungi, pihaknya langsung melakukan klarifikasi. Namun jika sebaliknya, pihaknya akan mencoba memanggil perwakilan perusahaan setelah Lebaran. “Jadi kami panggil mereka dengan surat resmi. Dalam rangka pemeriksaan, di mana mereka harus klarifikasi,” jelas Ya’la.

Ya’la menyebut sejauh ini, perusahaan yang terdaftar dan bermitra dengan Sudin Nakertrans dan Energi Jakarta Barat membayarkan THR pegawainya secara penuh dan tepat waktu. Harapannya, dari aduan tersebut ,para pekerja bisa mendapatkan THR secara utuh, sesuai dengan hak mereka. (Ant)

Lihat juga...