Anggota KUD Dieng Kulon Terdampak Covid-19 Diberi Kelonggaran

Editor: Makmun Hidayat

BANJARNEGARA — Pandemi Covid-19 selama beberapa bulan terakhir, telah memukul seluruh pelaku usaha kecil di kawasan wisata dataran tinggi Dieng Jawa Tengah. Tak terkecuali di Desa Cerdas Mandiri Lestari Dieng Kulon yang merupakan desa binaan Yayasan Damandiri. 

Manager Umum KUD Pelita Sejahtera Mandiri Dieng Kulon, Amanullah, selaku pengelola Desa Cerdas Mandiri Lestari Dieng Kulon, mengatakan ada ratusan warga desanya terdampak Covid-19. Mayoritas merupakan pelaku usaha kecil yang bergerak di sektor pariwisata seperti penyewaan homestay, penjual makanan atau pun penjual oleh-oleh.

“Di Desa Dieng Kulon ini bahkan ada 2 wilayah RW yang seluruh warga menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata. Sehingga ketika wisata ditutup dan tidak ada wisatawan berkunjung, mereka seluruhnya tak punya penghasilan,” ujarnya kepada Cendana News belum lama ini.

Manager Umum KUD Pelita Sejahtera Mandiri Dieng Kulon, Amanullah, selaku pengelola Desa Cerdas Mandiri Lestari Dieng Kulon. -Foto: Dok. CDN

Persoalan yang muncul sebagai dampak pandemi Covid-19 ini juga berakibat pada tersendatnya pembayaran angsuran bulanan program pinjaman modal usaha unit Modal Kita (Tabur Puja) KUD Pelita Sejahtera Mandiri Dieng Kulon. Tercatat ada sejumlah warga yang merupakan nasabah/anggota koperasi tak mampu membayar angsuran tersebut.

“Dampaknya tentu ada. Beberapa anggota koperasi mengaku tak mampu membayar cicilan bulanan. Antara bulan April-Mei ini. Alasannya ya karena mereka tak punya pemasukan, semenjak kawasan wisata Dieng ditutup,” ungkapnya.

Merespon hal tersebut, pihak KUD Pelita Sejahtera Mandiri Dieng Kulon pun tak tinggal diam. Menjalankan prinsip koperasi yang berlandaskan pada sikap gotong-royong dan kekeluargaan, KUD Pelita Sejahtera Mandiri Dieng Kulon pun mengambil kebijakan untuk membantu para anggota yang terdampak Covid-19. Yakni dengan memberikan kelonggaran waktu pembayaran angsuran.

“Kita berikan kelonggaran waktu pada setiap anggota koperasi yang terdampak Covid-19. Mereka yang tidak sanggup mencicil, dapat mencicil sejumlah yang mampu mereka bayarkan. Tidak kita paksakan. Nanti begitu kondisi kembali normal, mereka bisa membayar semua kekurangannya,” ungkapnya.

Diharapkan dengan langkah ini, setiap anggota koperasi yang terdampak Covid-19 dapat bertahan di tengah situasi ekonomi sulit saat ini. Dengan begitu mereka pun akan kembali bangkit, menjalankan usaha, saat pandemi berakhir dan situasi kembali normal seperti sebelumnya-sebelumnya.

Lihat juga...