ASDP Bakauheni Seberangkan 500 Unit Kendaraan ke Merak

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyeberangkan 500 unit kendaraan berbagai jenis menuju Merak, pada hari ke dua Lebaran, Senin (25/5/2020).

Captain Solikin, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry, menyebut data produksi pelabuhan tersebut mengalami penurunan signifikan hingga 61 persen dibanding Lebaran tahun lalu.

“Sebanyak 500 kendaraan tersebut merupakan data produksi selama 12 jam, dengan pelayanan total 20 trip kapal yang beroperasi. Kendaraan yang diangkut menyeberang ke Merak dari Bakauheni meliputi 7 unit motor, 183 unit mobil pribadi, 2 unit bus, 308 truk dan 493 unit kendaraan roda empat lebih. Dominasi kendaraan truk terjadi, karena hanya kendaraan barang logistik boleh menyeberang,” kata Solikin, Senin (25/5/2020).

Andi, salah satu calon penumpang kapal asal Jambi, mencuci tangan dengan sabun sebelum membeli tiket di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (25/5/2020). -Foto: Henk Widi

Menurutnya, kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi yang melintas ada dalam pengecualian. Sebab, sesuai Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, hanya kondisi darurat diperkenankan menyeberang. Sebagian karena keluarga sakit, meninggal dan kondisi urgen lainnya.

“Meski tetap ada yang melintas dengan syarat ada surat urgensi karena keluarga sakit, meninggal, diperkuat keterangan rumah sakit, surat jalan aparat desa, surat bebas Covid-19 dan di-clearance oleh petugas pos cek poin di Bakauheni serta petugas kesehatan,” terang Solikin.

Selain kendaraan, layanan lain pelabuhan Bakauheni tetap berjalan normal dengan pembatasan. Semula mengoperasikan sebanyak 33 unit kapal dengan perjalanan kapal hingga 60 trip sehari, saat ini hanya dilayani 17 unit kapal dengan 20 trip. Penumpang yang dilayani dengan naik kendaraan yang dikecualikan mencapai 932 orang, didominasi penumpang di atas kendaraan.

Ia menjelaskan, berkurangnya penumpang pejalan kaki sudah berlangsung sejak 24 April, dengan adanya larangan mudik sesuai Permenhub No. 25/2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idulfitri 1441 H, dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Sesuai larangan itu, pelabuhan Bakauheni hanya membuka layanan logistik.

“Penumpang yang akan menyeberang tidak dilayani pembelian tiket online, gugus tugas yang berhak memberi clearance boleh menyeberang,” tegasnya.

Kondisi tersebut menjadi alasan produksi angkutan penumpang pejalan kaki tidak tercatat. Sebab, penjualan tiket online dinonaktifkan.

Sementara, ribuan pekerja yang menyeberang ke Merak dari Bakauheni dilayani dengan tiket offline. Syarat identitas untuk manifest penumpang serta pembelian tiket menggunakan uang elektronik. Hanya penumpang yang dikecualikan dan syarat khusus boleh menyeberang.

Andi, salah satu calon penumpang kapal, mengaku baru tiba di Bakauheni pada hari ke dua Lebaran. Ia datang dari tempat kerja yang ada di Jambi dan Riau. Imbas pekerjaan telah selesai, ia memilih untuk pulang. Usai mendapat surat pemutusan hubungan kerja (PHK), ia bersama sekitar 30 orang mengurus surat kesehatan.

“Kami menunggu gajian baru bisa pulang, dan memilih tidak berlebaran, yang penting sampai di rumah,” terang Andi.

Andi yang akan menuju ke wilayah Brebes, Jawa Tengah, menyebut pulang bukan untuk berlebaran. Selama masa pandemi Covid-19, silaturahmi hanya dilakukan virtual.

Saat dalam perjalanan dengan bus, ia hanya bisa menelepon keluarga memakai video call. Ia mengaku ingin pulang untuk bekerja lagi, setelah pekerjaannya selesai dan tidak akan kembali ke Sumatra.

Lihat juga...