Bagikan Kartu ATM BLT, Banyuasin Bentuk Satgas

Bupati Banyuasin, Askolani, berbincang dengan salah seorang penerima bantuan jaring pengaman sosial – Foto Ant

PANGKALAN BALAI – Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk membagi kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Ada sebanyak 325 anggota Satgas yang bergerak secara door to door mendatangi langsung rumah para penerima bantuan. Bupati Banyuasin, Askolani mengatakan, pembentukan satgas dilakukan agar distribusi kartu ATM kepada 47.404 keluarga penerima manfaat sesuai dengan nama penerima.

Distribusi langsung tersebut dinilai cukup efektif untuk menghindari adanya kerumunan massa, dalam proses pembagian. “Langkah ini memudahkan dalam pendistribusian, selain itu pembentukan Satgas ini juga untuk memastikan, apakah penerima ini layak dapat bantuan atau tidak. Karena, jika tidak layak maka tidak akan dibagikan dan dilakukan perbaikan data,” tandas Bupati Askolani, di Pangkalan Balai, Selasa (5/5/2020).

Satgas tersebut melibatkan unsur polisi, TNI, kepala desa, Camat, Karang Taruna, pendamping PKH, pendamping Desa, anggota DPRD Dapil, Satpol PP dan petugas bank penyalur bantuan. Agar pendistribusian berlangsung cepat, khusus Kecamatan Banyuasin III dan Talang Kelapa, yang memiliki ratusan desa dibentuk tiga tim satgas. Sehingga satgas terdiri dari 3.025 orang yang akan bertugas menyalurkan kartu ATM ke 288 desa dan 17 kelurahan.

Saat ini, Pemkab Banyuasin sudah merilis daftar nama-nama penerima program Jaringan Pengaman Sosial (JPS). Daftarnya dapat dilihat di papan pengumuman kantor pelayanan publik di setiap desa. Nama-nama penerima sudah terverifikasi dan tervalidasi di tingkat desa hingga kecamatan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banyuasin, Alamsyah Rianda menambahkan, sebanyak 47.404 warga miskin baru ini akan menerima bantuan Rp 600.000 per-bulan. Sehingga total bantuan yang diterima sebesar Rp 1.800.000, karena bantuan diberikan untuk tiga bulan yaitu April, Mei dan Juni. “Mungkin ada yang bertanya, bagaimana proses pencairannya, nanti petugas bank yang akan datang ke desa-desa, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke ATM, ” jelasnya.

Mengenai JPS Bupati menyebut, bukan hanya warga yang terdata miskin baru akibat COVID-19 yang mendapatkan bantuan. Tetapi juga warga miskin lama yang berjumlah 78.191 Kepala Keluarga, dengan rincian penerima PKH 28.229 KK, BSP 17.245 KK, perluasan BSP 15.816 KK, Bansos Tunai 15.901 KK. Bantuan rutin yang dibagikan secara reguler oleh Kementerian Sosial ini, penyalurannya melalui transfer dari BNI, BRI dan Kantor Pos. (Ant)

Lihat juga...