Banjir Rob Pesisir Lamsel Mulai Surut

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Banjir rob imbas gelombang pasang pesisir Lampung Selatan (Lamsel) yang terjadi sejak Senin (25/5/2020) mulai mereda Kamis (28/5/2020).

Sudarto, warga Desa Bandar Agung,Kecamatan Sragi menyebut permukiman warga sempat terimbas rob. Ketinggian air rob mencapai 60 hingga 70 cm mulai surut pada sejumlah titik.

Perkampungan warga di pesisir timur Lamsel yang terdiri dari ratusan rumah sebagian mulai surut. Meski demikian sejumlah area tambak udang vaname dan akses jalan terimbas rob belum surut. Fenomena banjir rob yang kerap terjadi sejak sore hingga malam mulai surut pagi hingga siang surut. Fenomena pasang surut disertai angin kencang.

Sebagian warga pemilik tambak menurut Sudarto memilih menggunakan waring atau jaring. Waring tersebut digunakan untuk mencegah udang vaname, ikan bandeng terbawa arus. Ia menyebut sejak tahun 2000 banjir pada tahun ini merupakan banjir terparah. Siklus banjir rob yang terjadi lima tahunan menurutnya menjadi peristiwa wajar sehingga warga melakukan sejumlah antisipasi.

“Sebagian warga memilih membuat rumah yang lebih tinggi dari sebelumnya dan menyediakan tempat penyimpanan perabotan yang lebih tinggi sehingga saat banjir rob perabotan rumah tangga tidak rusak,” terang Sudarto saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (28/5/2020).

Sudarto, salah satu warga di Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi Lampung Selatan berjalan di akses jalan desa yang terkena banjir rob pesisir pantai timur Lamsel, Kamis (28/5/2020). -Foto Henk Widi

Surutnya banjir rob membuat warga mulai kembali beraktivitas dengan normal. Meski demikian pada akses jalan yang terendam air rob masih sulit dilintasi dengan motor dan mobil. Sejumlah pengendara motor sebagian memilih memarkirkan kendaraan dilanjutkan berjalan kaki. Namun kini kendaraan tetap bisa melintas meski harus berhati-hati.

Sejumlah kendaraan yang melintas pada akses jalan terimbas rob berpotensi macet. Sebagian motor yang nekad melintas menurutnya memilih menutupi bagian busi dengan penutup khusus. Sebab saat bagian busi terkena air berimbas mesin mati. Selain berimbas mesin mati pengaruh air laut mengakibatkan korosi.

“Pasang surut air laut dibarengi angin kencang, aliran Sungai Way Sekampung berimbas rob pada hari ini mulai surut sehingga aktivitas warga kembali pulih,” terang Sudarto.

Imbas banjir rob selama sepekan warga memilih berada di rumah. Selama masa pandemi Covid-19 selain imbauan tetap berada di rumah, sebagian warga memilih bersiaga di rumah. Sebab banjir rob masih diprediksi muncul terakhir pada akhir pekan ini. Warga memilih kembali beraktivitas mengelola tambak saat banjir rob mulai surut dengan meninggikan tanggul memakai karung berisi tanah.

Selain di pesisir timur Lamsel, banjir rob mulai normal di wilayah pesisir barat berangsur pulih. Rupiani,salah satu warga Desa Kunjir menyebut rob terparah terjadi saat sore hari pada Rabu (27/5/2020). Wanita yang berjualan kuliner di pantai Wat Wat Gawoh tersebut mengaku rob disertai gelombang pasang berimbas akses jalan terganggu.

Gelombang pasang berimbas batu karang naik ke daratan. Fenomena rob diiringi dengan gelombang pasang setinggi 2 meter menurutnya telah surut. Sejumlah pengunjung yang kerap berteduh di bawah saung mulai berkurang. Namun sejak pagi gelombang pasang yang telah surut membuat akses jalan bisa dilintasi.

“Jalan sempat dialihkan karena membahayakan terlebih gelombang disertai material batu karang yang naik ke jalan pesisir,” terang Rupiani.

Selama masa pandemi corona aktivitas warga yang kerap berjualan di pesisir menurutnya berkurang. Kondisi tersebut terjadi akibat sejumlah objek wisata belum beroperasi. Ia memilih kembali berjualan makanan ringan dan berbagai kuliner tradisional jenis mie ayam, bakso, sate untuk memenuhi kebutuhan warga.

Lihat juga...