Banyumas Pertegas Sanksi Penggunaan Masker dengan Karantina

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

PURWOKERTO — Pasca diberlakukannya sanksi denda bagi masyarakat yang bepergian keluar rumah dan tidak menggunakan masker, Kabupaten Banyumas kini mempertegas dengan melakukan rapid test serta karantina. Langkah tersebut diambil mengingat masih ada masyarakat yang tidak mematuhi aturan penggunaan masker.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, Rabu (27/5/2020) di halaman Pendopo Sipanji, Purwokerto. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, dalam razia petugas gabungan, jika menemukan warga yang tidak menggunakan masker, akan langsung dilakukan rapid test. Jika hasilnya reaktif, maka yang bersangkutan akan langsung dikarantina.

“Kewajiban menggunakan masker ini sudah ada Perdanya, sudah dilakukan sanksi dengan denda melalui persidangan virtual, namun masih saja ada yang tidak mematuhi. Karena itu, mulai hari ini akan diberlakukan rapid test dan karantina bagi yang melanggar,” tegasnya, Rabu (27/5/2020).

Langkah tegas yang diambil bupati ini bertujuan untuk memutus penyebaran Covid-19. Mengingat Kabupaten Banyumas menargetkan, pada awal bulan Juni nanti, sudah ada penurunan kasus Covid-19 yang siginifikan.

“Sudah sekitar satu minggu tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 dan ini harus terus kita pertahankan, bahkan tingkatkan. Sehingga jika masih ada warga yang melanggar aturan penggunaan masker, maka akan menghambat segala upaya yang sudah kita lakukan bersama-sama,” terangnya.

Sampai dengan hari ini tercatat jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas ada 63 orang, dengan perincian 17 orang masih menjalani perawatan, 43 orang dinyatakan sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

Meskipun begitu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih fluktuatif. Posisi saat ini ada 22 orang PDP yang masih dirawat dan 13 orang menunggu hasil test swab. Bupati menekankan, artinya masih ada kemungkinan penambahan kasus positif Covid-19 dari 13 orang yang masih menunggu hasil test.

“Kita berusaha semaksimal mungkin untuk menekan penambahan PDP, karena itu membuka peluang penambahan kasus positif Covid-19. Caranya adalah dengan mematuhi aturan, gunakan masker saat bepergian keluar rumah, rajin mencuci tangan, jangan menyentuh wajah sebelum memastikan tangan dalam kondisi bersih,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga Kota Purwokerto, Ayu mengatakan, masih banyak warga Banyumas yang menggunakan masker namun hanya dikalungkan di leher saja. Jika ada razia petugas, baru masker dipakai.

“Saya sepakat dengan sanksi tegas yang diterapkan pemkab, sebab kalau kita sudah disiplin menggunakan masker, namun orang di sekitar kita tidak pakai, maka percuma saja,” tuturnya.

Lihat juga...