Banyumas Siapkan SOP Obwis di Masa ‘New Normal’

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Setelah tutup selama dua bulan lebih, saat ini tempat wisata di Kabupaten Banyumas tengah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk operasional pembukaan. Mulai dari penambahan tempat untuk cuci tangan, hingga pembayaran nontunai untuk pembelian tiket masuk.

Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan kapan tempat wisata di Banyumas akan dibuka. Namun, berbagai persiapan jelang new normal sudah dilakukan.

“Persiapan yang kita lakukan antara lain menambah tempat untuk cuci tangan, sekaligus menyiapkan sabun dan hand sanitizer, menyediakan alat pengukur suhu tubuh, kemudian pengunjung juga diwajibkan menggunakan masker dan menyiapkan pola pintu masuk dan keluar yang berbeda atau berjarak,” terangnya, Minggu (31/5/2020).

Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani, di Pendopo Sipanji Purwokerto, Minggu (31/5/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Untuk tempat cuci tangan, di Lokawisata Baturaden saat ini sudah ada lima di pintu masuk dan 15 di dalam lokasi. Rencananya, akan ditambah lagi.

Selain itu juga ada pembatasan jumlah pengunjung. Kapasitas Lokawisata Baturaden bisa mencapai 10.000 pengunjung, namun saat beroperasi nanti akan dilakukan pembatasan ketat.

“Kita tidak bisa menentukan berapa jumlah yang masuk kemudian ditutup, nanti tergantung situasi di lapangan. Jika di pintu masuk sudah terjadi antrean panjang, akan langsung kita tutup dulu, jadi sebisa mungkin menghindari adanya kerumunan pada semua titik,” jelasnya.

Sebelum dibuka, pihak Pemprov Jateng meminta untuk dilakukan simusai terlebih dahulu. Rencana simulasi dilakukan pada bulan Juli. Sedangkan untuk waktu pengoperasian tempat wisata harus seizin gugus tugas kabupaten, karena daerah yang lebih memahami kondisi setempat.

Terkait pembelian tiket secara nontunai, lanjut Asiz, untuk Lokawisata Baturaden sudah menerapkan, namun sampai dengan terakhir beroperasi pada bulan Maret lalu, masih banyak kelonggaran dan dispensasi. Terutama bagi pengunjung yang tidak bisa melakukan pembayaran nontunai, masih dilayani untuk membeli tiket secara tunai.

Namun untuk pengoperasian selanjutnya, Bupati Banyumas, Achmad Husein, sudah menekankan untuk tidak ada lagi toleransi. Sehingga bagi pengunjung yang tidak bisa melakukan pembayaran nontunai, tidak diperbolehkan masuk ke kawasan wisata di Banyumas.

“Tidak ada lagi toleransi, semua pembelian tiket harus nontunai, jika tidak, pengunjung tidak boleh masuk. Kita tidak melulu mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun keselamatan dan keamanan pengunjung serta kawasan wisata yang menjadi prioritas di tengah pandemi Covid-19 ini,” tegas Husein.

Lihat juga...