Bappenas: Reformasi Sistem Kesehatan Masuk dala Major Project RKP 2021

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

JAKARTA — Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menetapkan agenda reformasi sistem kesehatan sebagai salah satu Major Project (proyek prioritas strategis) dalam Rencana Kerja Pemerintah di tahun 2021 (RKP 2021).

Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa meminta seluruh Kepala Daerah melalui Bandan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) masing-masing, mendukung agenda reformasi sistem kesehatan tersebut, yang juga meliputi reformasi sistem perlindungan sosial dan sistem ketahanan bencana.

“Presiden telah menginstruksikan Bappenas untuk mendesain ulang Sistem Kesehatan Nasional, oleh karena itu kami juga berharap hal yang sama dilakukan oleh daerah karena pada akhirnya, ujung sistem kesehatan nasional ada di daerah,” ujar Menteri Suharso.

Suharso menilai, pandemi Covid-19 telah menyadarkan bangsa Indonesia bahwa sistem kesehatan di Tanah Air masih belum cukup memadai. Ia memaparkan saat ini ada tiga syarat dalam penyesuaian Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yaitu epidemiologi yang menjadi syarat mutlak,  sistem kesehatan, dan surveilans.

Suharso menekankan tes dalam syarat surveilans adalah hal penting, utamanya terkait peningkatan kapasitas lab sehingga makin banyak masyarakat yang dapat dites. Kekuatan surveilans yang baik dibuktikan dengan peningkatan kapasitas tes.

“Begitu surveilans jalan, sistem kesehatan ditantang. Jika dapat memenuhi hal itu maka epidemiologinya Rt akan mudah dihitung. Epidemiologi menjadi syarat penting karena epidemiologi akan memberikan informasi mengenai sistem kesehatannya yang oke dan surveilans jalan,” tukas Suharso.

Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Bappenas, Subandi menambahkan, penguatan sistem kesehatan nasional bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi pandemi, kegawatdaruratan kesehatan masyarakat yang juga menjadi concern dunia, serta recovery dan penyelesaian masalah kesehatan.

“Fokus Penguatan Sistem Kesehatan Nasional di 2021 yang pertama adalah Penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sebagai langkah promotif dan preventif melalui kegiatan peningkatan perilaku untuk pengurangan risiko penyakit tidak menular, penguatan fungsi puskesmas, dan peningkatan imunisasi,” tandas Subandi.

Kemudian, penguatan Ketahanan Kesehatan, kata Subandi adalah kemampuan untuk mencegah, mendeteksi, dan juga merespons melalui memperkuat pos pintu masuk atau kantor kesehatan pelabuhan, sistem penguatan dini, surveilans penyakit realtime, kapasitas dan jejaring laboratorium, kesiapan SDM, dan protokol dan tata laksana respon cepat, serta perluasan case detection, skrining, dan karantina kesehatan.

“Penguatan sumber daya melalui pemenuhan fasilitas dan alat kesehatan sesuai kelas RS dan sistem rujukan, pemenuhan dokter dan 9 jenis tenaga kesehatan di puskesmas, pemenuhan vaksin dan obat, dukungan insentif bagi industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri,” pungkas Subandi.

Lihat juga...