Belum Ada Pengaduan Keterlambatan Pembayaran THR di Banyumas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Sampai dengan H-1 lebaran, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinakerkop UKM) Kabupaten Banyumas belum menerima pengaduan terkait perusahaan yang terlambat membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR).

Sekretaris Dinakerkop UKM Kabupaten Banyumas, Suwardi mengatakan, pihaknya membuka posko pengaduan THR sampai dengan tanggal 26 Mei mendatang. Setiap harinya ada dua petugas yang piket untuk menerima pengaduan.

“Posko pengaduan THR tetap buka di hari raya, tanggal 24-25 Mei, ada petugas yang piket di posko, sehingga kesempatan untuk melapor jika ada perusahaan yang belum membayarkan THR terbuka. Sampai dengan hari ini belum ada pengaduan resmi yang masuk dan jika nanti ada pengaduan, maka kita akan meneruskan kepada satuan pengawal tenaga kerja untuk segera diselesaikan sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Suwardi, Sabtu (23/5/2020).

Dari pantauan Dinakerkop UKM Banyumas, sebanyak 159 perusahaan sudah membayarkan THR kepada karyawannya. Waktu pembayaran THR bervariasi ada yang awal Mei dan terakhir tanggal 20 Mei lalu. Dari 159 perusahaan tersebut, hanya empat perusahaan yang membayarkan THR 50 persen dari gaji karyawan.

“Perusahaan tersebut kita pantau terus dan pembayaran THR sudah semua diberikan, terakhir tanggal 20 Mei kemarin,” terang Suwardi.

Di Kabupaten Banyumas sendiri total ada 1.117 perusahaan yang tercatat di Dinakerkop UKM. Sehingga di luar 159 perusahaan yang dalam pemantauan tersebut, pekerja diharapkan pro aktif melaporkan jika ada THR yang belum dibayarkan.

Sementara terkait keberatan untuk pembayaran THR, sampai dengan hari ini juga belum ada perusahaan di Banyumas yang mengajukan penundaan pembayaran.

Terpisah salah satu pekerja di Banyumas, Ambar mengatakan, ia hanya mendapatkan pembayaran THR 50 persen dari gaji, karena selama pandemi ini, jam kerjanya dikurangi. Omzet perusahaan juga mengalami penurunan, sehingga daripada merumahkan karyawan, maka disepakati bersama THR hanya diberikan 50 persen.

“Saya kerja di percetakan, selama pandemi omzet memang menurun dan jam kerja karyawan dikurangi, karena itu untuk lebaran tahun ini, THR tidak diberikan full, tetapi hanya 50 persen,” tuturnya.

Lihat juga...