Bupati Sikka Komit Kirim Sampel Swab Sebanyaknya

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkomitmen terus mengirimkan sampel swab sebanyak-banyaknya untuk diperiksa di laboratorium RSUD W.Z. Johannes Kupang.

Pengiriman sampel swab ini terus dilakukan meskipun jumlahnya banyak agar bisa diketahui status para pelaku perjalanan dan yang pernah kontak erat dengan pasien positif, statusnya bisa diketahui.

“Terkait 26 warga yang positif Covid-19, ini sebuah prestasi yang baik dilakukan sebab Kabupaten Sikka merupakan daerah yang paling banyak mengirim sampel swab di NTT,” sebut Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Selasa (19/5/2020).

Robi sapaannya mengatakan, kalau pihaknya tidak menginginkan warganya  ada yang positif Covid-19 maka tidak perlu mengirimkan sampel swab untuk diperiksa di laboratorium RSUD W.Z. Johannes Kupang.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat ditemui di Posko Covid-19 Kabupaten Sikka, Sabtu (19/5/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Dirinya menyebutkan akan terus mengirimkan sampel swab di mana sudah 99 sampel yang dikirim untuk diperiksa agar bisa diketahui statusnya negatif atau positif Covid-19.

“Saat penelusuran maka orang-orang yang dicurigai tertular Covid-19 akan diproses dengan melakukan rapid test yang dilanjutkan dengan pemeriksaan swab,” ungkapnya.

Hal ini penting, tandas Robi, sehingga masyarakat tidak boleh berkecil hati, dan tidak perlu malu sebab virus corona sudah ada di tengah-tengah masyarakat dan harus tetap waspada dan menjalani imbauan pemerintah soal protap kesehatan.

Mantan Camat Nelle ini menegaskan pemeriksaan swab penting agar perlu mengetahui dan membatasi agar jangan sampai ada transmisi lokal atau penularan dari pelaku perjalanan dari luar daerah kepada warga yang menetap di Kabupaten Sikka.

“Kita tidak perlu malu Kabupaten Sikka banyak kasus positif sebab kita kan banyak mengirimkan sampel swab untuk diperiksa. Kalau mau tidak ada kasus positif maka tidak perlu kirim sampel swab,” ujarnya.

Sementara itu juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus pun sepakat perlu ada pengiriman banyak sampel swab untuk diperiksa.

Petrus jelaskan pihaknya sedang bersiap untuk melakukan swab terhadap 30 warga yang hasil rapid test-nya reaktif  dan pernah kontak dengan pasien positif Covid-19.

“Kita harus kirim banyak sampel swab sehingga bisa mengetahui apa langkah yang akan dilakukan. Jika tidak melakukannya, maka kita hanya meraba-raba saja dan bisa jadi bom waktu nantinya di mana bisa muncul banyak kasus positif dan pemerintah kelabakan menangani,” ucapnya.

Karantina Mandiri

Sementara itu, terkait pemberlakukan karantina terpusat terhadap pelaku perjalanan dianggap rentan oleh Pemkab Sikka, sebab di dua lokasi karantina di kota Maumere pasien positif Covid-19 pernah berbaur dengan yang negatif.

Langkah ini diambil untuk menghentikan penularan dan dianggap lebih efektif bila warga yang menjalani karantina terpusat disebar ke beberapa titik di kecamatan untuk melanjutkan karantina.

“Coba bayangkan kalau semua berkumpul di lokasi karantina maka tidak begitu nyaman. Kalau 5 orang positif maka yang lain juga tinggal tunggu waktu saja,” sebut Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo.

Untuk itu, pihaknya menyebarkan warga karantina ini ke wilayah kecamatannya agar jangan sampai puluhan organ tinggal dalam satu lokasi sebab paling tinggi 10 orang dalam satu ruangan.

Di kecamatan sambungnya, pelaku perjalanan ini sebutnya, akan dikarantina di lokasi pemerintah di wilayah kecamatan seperti kantor milik Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) dan Dinas Kesehatan.

“Gedung-gedung yang tidak dipakai milik pemerintah di wilayah kecamatan akan dirapikan  dan warga dikarantina di tempat itu. Semua logistiknya disiapkan pemerintah kabupaten,” terangnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus saat ditemuidi Posko Covid, Selasa (19/5/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus menyebutkan, warga yang dikarantina terpusat dipulangkan ke kecamatan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Mulai hari ini, Selasa (19/5/2020) tambah Petrus, semua pelaku perjalanan sudah bisa dipulangkan apabila keluarganya, pemerintah desa dan kecamatannya sudah menyiapkan lokasi karantina.

“Mereka bisa karantina di rumah selama 14 hari dan dipantau oleh gugus tugas. Saya berharap bisa di rumah agar keluarganya bisa memantau dan situasinya lebih nyaman agar sistem imunnya tidak terganggu,” tuturnya.

Masih ada 47 dan 19 pelaku perjalanan yang menempati dua lokasi karantina terpusat di Kota Maumere milik Pemerintah Kabupaten Sikka yang telah dipergunakan sejak tanggal 7 April 2020.

Camat Waiblama, Anton Jabo Liwu mengaku akan menyiapkan sebuah gedung milik Poliklinik Desa (Polindes) di Desa Tuabao yang nantinya akan disiapkan untuk menjadi tempat lokasi karantina bagi seorang pelaku perjalanan.

“Nanti kami siapkan dulu tempatnya dan bila sudah dipersiapkan baru kami akan bawa warga kami dari lokasi karantina terpusat untuk menjalani karantina mandiri di wilayah kami,” sebutnya.

Lihat juga...