Dinas Pastikan Wisata Mandeh Masih Tutup Lebaran Ini

Editor: Koko Triarko

PESISIR SELATAN – Kawasan wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, dipastikan masih ditutup untuk kunjungan liburan lebaran tahun ini.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga, Hadi Susilo, mengatakan masih ditutupnya tempat wisata yang terindah di Sumatra Barat itu untuk menghindari terjadinya kerumuman warga di tengah pandemi Covid-19.

“Apalagi, sampai saat ini masih diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” kata Hadi Susilo ketika dihubungi via telepon, Minggu (24/5/2020).

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga, Hadi Susilo. –Dok: CDN

Ditutupnya tempat wisata Mandeh ini, katanya, juga telah dituangkan oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Surat Bupati nomor 100/51/GTC-V/2020, tentang pelarangan aktivitas wisata selama pandemi Covid-19, guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Biasanya tempat wisata Mandeh itu sangat ramai pengunjung, tidak hanya menikamti pemandangan, berlayar menuju pulau-pulau yang ada di Mandeh juga banyak dilakukan oleh pengunjung. Kini, hal itu tidak bisa dilakukan dulu,” katanya.

Ia menyebutkan, jika melihat kondisi liburan lebaran tahun lalu, diperkirakan ada ribuan pengunjung yang datang ke wisata Mandeh. Bisa dikatakan, jumlah kunjungan wisatawan ke Mandeh terbanyak ke dua setelah wisata Pantai Carocok Painan.

Wisata Mandeh merupakan kawasan wisata yang baru bisa dikunjungi oleh warga secara aman sejak dua tahun ini. Selama ini, keindahan Mandeh belum begitu terekpose dengan baik. Sebab, akses jalan menuju kawasan wisata tersebut belum memadai.

“Baru tahun kemarin, di mana pengunjung benar-benar telah bisa memandang dengan nyaman. Karena jalan telah selesai diaspal, tempat-tempat makan telah berdiri. Namun sekarang hal itu ditahan dulu, karena adanya Covid-19 ini,” ujarnya.

Untuk itu, Pemkab Pesisir Selatan menyatakan untuk tempat wisata Mandeh masih ditutup seiring adanya wabah Covid-19. Supaya jasa travel bisa tahu dengan kondisi itu.

Hadi Susilo menyatakan, surat edaran telah disampaikan kepada pemilik dan pengelola kawasan wisata dan para agen penjalanan wisata, khususnya di Kabupaten Pesisir Selatan. Bagi warga yang tidak mematuhi akan ada sanski tegas.

“Nanti kita akan koordinasikan dengan pihak terkait. Karena kita yakin ke depannya pasti ada masyarakat yang membandel tetap beraktivitas, walaupun di masa PSBB,” jelasnya.

Hadi berharap, kerja sama semua pihak agar tetap mematuhi aturan yang ada, baik itu dari masyarakat, pemilik jasa perjalanan wisata (travel), penginapan, perahu dan pelaku usaha pariwisata lainnya. Hal ini bertujuan agar penyebaran kasus Covid-19 bisa dihambat.

Selain di Mandeh, Pesisir Selatan yang dikenal dengan Negeri Sejuta Pesona, juga memiliki banyak tempat wisata lain, seperti Pantai Cerocok Painan, Jembatan Akar, Air Terjun Bayang Sani, dan kawasan lainnya yang ada di nagari/desa.

“Kita berharap kerja sama semua pihak, apalagi perbatasan, baik perbatasan Padang Tarusan maupun Tapan Sungai Penuh diperketat, agar tidak ada orang luar daerah masuk ke Pesisir Selatan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat, Novrial, mengatakan terkait penutupan tempat wisata pada liburan lebaran tidak hanya diterapkan di Kabupaten Pesisir Selatan. Tapi, hampir di seluruh daerah di Sumatra Barat.

“Penutupan tempat wisata sudah lama dilakukan, bahkan jauh-jauh hari sebelum lebaran. Untuk itu, penting juga diingatkan kepada kabupaten dan kota, agar tetap memantau kembali kondisi tempat wisata itu, apakah benar-benar ditutup dan tidak dikunjungi oleh warga,” sebutnya.

Novrial berharap, masyarakat dapat mematuhi aturan yang telah ada, dan tidak nekat ingin melakukan kunjungan wisata ke daerah-daerah selama pandemi Covid-19 ini.

“Disarankan, agar masyarakat lebih baik menikmati lebaran bersama keluarga di rumah, tanpa harus berkeliaran yang sewaktu-waktu bisa saja tertular Covid-19,” pungkasnya.

Lihat juga...