Ekspor Sagu Kementan Membidik China

TANJUNGPINANG – Kementerian Pertanian, melalui Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun, membidik ekspor komoditas sagu Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) ke Negara China.

“Geliat ekspor itu sejalan dengan Gerakan tiga kali Lipat Ekspor (Gratieks), yang digagas oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo,” ujar Kepala Stasiun Karantina Pertanian Tanjungbalai Karimun, Priyadi, Kamis (21/5/2020).

Menurutnya, saat ini komoditas sagu mengalami penurunan permintaan pasar. Sehingga terjadi surplus produksi. Pada triwulan I 2020, terjadi penurunan permintaan pasar sebesar 50 persen. Permintaan pasar yang masuk hanya sebesar 1.264 ton, atau senilai Rp7,58 miliar. Jumlah itu turun, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, yang mencapai 2.931 ton dengan bernilai Rp17,58 miliar.

Komoditas asal subsektor tanaman pangan tersebut biasanya dilalulintaskan ke Jakarta, Tanjungpinang dan Selat Panjang. “Saat ini, Lingga memiliki luas perkebunan tanaman sagu 3.314 hektare, dengan jumlah produksi mencapai 2.608,4 ton per tahun,” ungkapnya.

Priyadi menilai, dari produksi 2.608, 4 ton sagu di Lingga, saat ini dalam kondisi surplus, sehingga perlu gebrakan untuk menembus pasar ekspor. “Apalagi, harga di pasar ekspor khususnya pasar China mampu membeli dengan harga sekitar Rp25 ribu per kilogram, sementara harga jual skala domestik yang didapat dari petani hanya Rp6 ribu per kilogram,” katanya.

Saat ini Lingga juga telah memiliki olahan sagu berupa tepung. Sampelnya telah dikirimkan ke China, dan telah dinyatakan memenuhi persyaratan teknis sanitari dan fitosanitari. “Alhamdulilah, semoga setelah pandemi COVID-19 berakhir, pihak otoritas China bisa langsung untuk turun ke Lingga dan kami siap mengawal,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...