Es Buah Rumput Laut, Menu Alternatif Idulfitri di Lamsel

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sajian kuliner istimewa saat hari raya Idulfitri di Lampung Selatan adalah es buah. Meski tahun ini dianjurkan untuk berlebaran di rumah saja, sejumlah warga tetap menyiapkan es sebagai hidangan bagi tamu yang mungkin tetap datang.

Maria, warga di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, menyebut meski setiap lebaran membuat minuman bervariasi, ia dominan membuat es buah.

“Sajian es buah menjadi alternatif untuk hidangan ketika lebaran. Meski lebaran Idulfitri 1441 Hijriah tahun ini dianjurkan tidak menggelar open house atau silaturahmi antartetangga, saya tetap membuat es buah,” terang Maria saat ditemui Cendana News, Sabtu (23/5/2020).

Bahan utama pembuatan es buah, menurutnya terdiri dari semangka, melon, timun suri, sirup, susu dan rumput laut.

Maidun, salah satu pembudidaya rumput laut di Lampung Selatan,Sabtu (23/5/2020). -Foto: Henk Widi

Penggunaan rumput laut, menurut Maria mudah diperoleh. Rumput laut memiliki rasa kenyal saat digigit. Rumput laut putih atau spinosum, kerap menjadi bahan pilihan karena mudah digunakan. Tanpa proses pengolahan sulit, rumput laut bisa dicampurkan dalam es buah.

“Penggunaan rumput laut pada es buah juga akan menambah sensasi kesegaran minuman yang disajikan. Bahan-bahan tersebut sudah dipersiapkan sehari sebelumnya untuk sajian bagi tamu yang berkunjung,” kata Maria.

Penggunaan rumput laut dalam pembuatan es buah, menurutnya butuh proses minimal dua hari. Rumput laut yang dibeli dominan dalam bentuk kering. Pengeringan rumput laut akan membuat bahan baku minuman tersebut awet dalam waktu lama. Rumput laut akan direndam hingga berwarna lebih bening dan lunak sebagai campuran es buah.

Suyatinah, pembuat minuman es buah berbahan rumput laut mengaku merendamnya dua hari sebelum lebaran. Rumput laut yang direndam harus dibilas setiap setengah hari. Makin lama direndam, jenis spinosum akan mengembang dan memiliki tekstur kenyal. Usai proses perendaman dengan air, rumput laut yang sudah kenyal akan dipotong kecil.

“Pemotongan rumput laut sekaligus memudahkan proses penyajian, sehingga bisa tercampur dengan bahan lain,” terang Suyatinah.

Rumput laut yang sudah direndam dan dipotong akan diberi pewarna hijau dari daun pandan dan merah daun suji. Sebagian rumput laut tidak diberi warna agar tetap memiliki warna alami bening. Sebab saat pembuatan es buah, Suyatinah kerap menggunakan sirup warna merah dan hijau. Penggunaan es batu akan menambah kesegaran sajian es buah.

Maya, penyedia bahan pembuatan es buah mengaku menyediakan berbagai jenis buah segar. Buah melon, semangka, timun suri lengkap dengan sirup dan susu disediakannya. Ia bahkan menyiapkan rumput laut yang kerap dijadikan tambahan pembuatan minuman. Sebagian buah yang dijual, menurutnya selain bisa menjadi bahan minuman akan disajikan sebagai buah segar.

Penggunaan buah segar bersama dengan bahan lain, menurutnya telah disiapkan selama bulan Ramadan. Buah menjadi pilihan untuk menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa.

Maidun, salah satu pembudidaya rumput laut, mengungkapkan permintaan meningkat sejak Ramadan. Bahan pembuatan campuran minuman itu kerap diminati oleh pedagang takjil. Namun jelang Idulfitri, permintaan akan rumput laut makin meningkat untuk pembuatan minuman.

Meski hanya seharga Rp10.000 per kilogram, permintaan mencapai lebih dari 700 kilogram. Rumput laut yang dijual jenis spinosum dikemas dalam kondisi kering. Selain untuk kebutuhan hari raya, penggunaan rumput laut untuk minuman banyak diminta oleh pemilik uksaha restoran dan warung makan di sepanjang Jalinsum.

Lihat juga...