Ganjar Tepis Hoaks Bolehkan Salat Ied di Masjid atau Lapangan

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menepis kabar yang beredar, bahwa pemprov mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkan warga Jateng melaksanakan salat Idul Fitri berjamaah di masjid atau lapangan, pada Minggu (24/5/2020) mendatang.

Disebutkan dalam informasi yang tersebar melalui pesan WhatsApp dan media sosial, bahwa melalui SE Nomor 451/7809/012/2020, kebijakan relaksasi aturan PSBB tersebut merujuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 28 tahun 2020 tentang Panduan dan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19.

“Untuk pelaksanaan ibadah salat Idul Fitri, saya berharap masyarakat tetap mematuhi perintah dari Kementerian Agama, yang telah mengeluarkan ketentuan agar masyarakat melaksanakan salat di rumah saja. Termasuk imbauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta dari organisasi besar keagamaan lainnya,” paparnya, di rumah dinas, Puri Gedeh Semarang, Minggu (17/5/2020) petang.

Ditambahkan, MUI Jateng bahkan telah mengeluarkan panduan salat, bagaimana menjadi khatib hingga teks khutbah, yang bisa digunakan masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah.

“Kalau kemudian ini bisa dilaksanakan di tempat masing-masing , di rumah masing-masing, menurut saya akan lebih bagus. Saya juga salat Idul Fitri di rumah,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Heru Setiadhie. Dirinya menegaskan kabar pemberian izin bersyarat, untuk pelaksanaan salat IdulFitri di Jateng pada Minggu (24/5/2020) tidak benar alias hoaks.

Kabar yang beredar melalui pesan berantai di media sosial itu menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberi izin pelaksanaan salat Idul Fitri di masjid atau di lapangan asal menepati beberapa syarat, seperti mengenakan masker sampai pengaturan shaf atau barisan salat.

Dalam pesan tersebut juga tertulis, peraturan itu diteken oleh Sekda Jateng, Heru Setiadhie atas nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Terkait kabar tersebut, saya tidak pernah merasa tanda tangan surat edaran itu. Mengenai ketentuan pelaksanaan salat Idul Fitri, sebaiknya masyarakat tetap mengikuti saja ketentuan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah,” tandasnya.

Lihat juga...