Gipang dari Bihun Jagung Lebih Empuk dan Renyah Digigit

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Beragam jenis kue kering banyak dibuat di hari raya Idulfitri 1441 Hijriah. Salah satunya, gipang atau jipang. Makanan ringan khas Lampung Selatan yang biasanya dibuat dari beras yang dikeringkan, juga  bisa dibuat dengan bahan mi bihun jagung.

Suyatinah, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, menyebut gipang mi berbeda dengan gipang yang biasa dibuat dari beras. Ia sengaja memilih bahan mi sebagai variasi. Bahan utama gipang yang digunakan berupa mi bihun jagung.

Bahan lain yang digunakan di antaranya gula putih, air asam atau jeruk, pewarna dan minyak ambon. Proses pembuatan hampir sama dengan pembuatan gipang dengan beras atau karak.

Setelah semua bahan siap, kue gipang siap diolah dengan sejumlah langkah. Bihun yang sudah disiapkan terlebih dahulu digoreng hingga mengembang, lalu ditiriskan.

Suyatinah (kiri), warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, saat membuat gipang mi, Sabtu (30/5/2020). -Foto: Henk Widi

“Bahan utama mi bihun jagung terlebih dahulu digoreng dengan api sedang, agar lebih renyah namun proses penggorengan jangan sampai gosong untuk mempertahankan warna,” terang Suyatinah saat ditemui Cendana News, Sabtu (30/5/2020).

Suyatinah menyebut, memakai bahan bihun mi sebanyak dua kilogram. Setelah proses penggorengan, bihun akan ditiriskan agar minyak kering. Selanjutnya bahan lain berupa gula pasir diencerkan bersama cairan asam atau jeruk. Penyiapan bahan pewarna dilakukan dengan pilihan warna kuning, hijau dan merah yang tersedia dalam bentuk pasta.

Mi bihun yang telah digoreng selanjutnya dicampurkan pada adonan warna berbeda yang telah diberi gula putih dan cairan asam. Semua adonan yang telah tercampur, akan dipisahkan sesuai warna, lalu dituang pada cetakan kayu. Semua bahan yang telah masuk dalam cetakan selanjutnya dipadatkan. Pemadatan bahan gipang dilakukan merata, agar mudah dipotong.

“Setelah dipadatkan memakai tangan bahan gipang pada cetakan, diiris memakai pisau dengan pola kotak,” cetusnya.

Gipang mi yang telah dipotong dalam ukuran kecil berbagai warna siap disimpan. Penyimpanan dilakukan memakai plastik kedap udara dan toples. Ini untuk mempertahankan tingkat kerenyahan kue kering tersebut, dan keawetan kue gipang.

Suyatinah membuat gipang mi dan gipang beras saat momen istimewa. Selain saat hari raya lebaran, pada momen khusus saat ada keluarga menggelar pernikahan, khitanan atau kelahiran kue gipang kerap dibuat. Gipang mi yang disimpan pada wadah kedap udara bisa bertahan dua bulan setelah selesai dibuat.

“Meski lebaran telah usai, namun saat kerabat berkunjung kue gipang tetap bisa disajikan bagi para tamu,” tutur Suyatinah.

Kuwadi, salah satu warga Desa Kelaten yang berkunjung, mengaku kue gipang mi lebih renyah. Sebab, bahan dari mi bihun jagung lebih lembut dan renyah saat digoreng. Disajikan dengan tiga warna berbeda, gipang mi bisa menjadi alternatif kue tradisional untuk acara santai. Camilan sederhana yang terbuat dari mi bihun jagung bisa disantap bersama teh hangat.

Kuwadi menyebut, dari beberapa rumah yang dikunjunginya jarang ditemui kie gipang mi. Namun saat berkunjung ke rumah Suyatinah, salah satu kerabatnya, ia bisa menikmati kue gipang mi. Rasa renyah dan manis gipang mi nyaris sama dengan gipang terbuat dari beras. Namun ia lebih menyukai gipang mi, karena lebih empuk saat digigit. Meski lebaran telah usai, gipang mi tetap menjadi sajian favorit saat berkunjung ke kerabat.

Lihat juga...