Gugus Tugas Covid-19 Sikka Siapkan Ruang Isolasi Ibu Hamil

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Untuk mengatasi peningkatan kasus positif Covid-19 maka Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT memerlukan ruang isolasi khusus bagi ibu hamil dan bayi yang terpisah dari pasien lainnya mengingat ibu hamil dan bayi rentan tertular.

Pembangunan ruang isolasi ini untuk melengkapi 17 ruang isolasi bagi pasien Covid-19 di RS TC Hillers Maumere dan 26 ruang isolasi yang ada di 13 Puskesmas serta areal kantor dinas kesehatan Kabupaten Sikka.

“Untuk ruang isolasi di 13 Puskesmas dan kantor Dinas Kesehatan sebanyak masing-masing 2 ruangan sudah selesai dibangun. Total ada 45 ruang isolasi yang sudah siap dipergunakan,” kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, Jumat (29/5/2020).

Petrus mengatakan, pihaknya pun sedang membangun 10 ruang isolasi untuk ibu hamil di tanah pemerintah Kabupaten Sikka di Kelurahan Kota Baru, Maumere dimana pembangunannya hampir rampung.

Ruang isolasi ini khusus merawat pasien Covid-19 khusus ibu hamil dan bayi dimana satu ruangan bisa diisi oleh 3 tempat tidur sehingga ditargetkan akan menampung 30 pasien.

“Kita mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik apabila ada pasien Covid-19 ibu hamil dan bayi maka mereka akan menempati ruang isolasi tersendiri, terpisah dari pasien Covid-19 lainnya,” ungkapnya.

Greg Wangge, salah seorang kontraktor pembangunan ruang isolasi di Puskesmas Habibola mengakui, pengerjaan 2 ruang isolasi di Puskesmas telah rampung dimana semua ruangan sesuai standar kesehatan.

Setiap ruangan akan ditempati oleh satu orang pasien Covid-19 dan ada dua buah kamar ganti yang akan dipergunakan pasien Covid-19 sebelum dirinya diperbolehkan kembali ke rumah.

“Semua kamar mandi dan toilet berada di dalam ruangan sehingga pasien tidak berinteraksi dengan orang lain atau keluar dari ruangan isolasi. Semuanya sudah rampung dan bisa dipergunakan,” ungkapnya.

Disaksian Cendana News, pembangunan ruangan isolasi yang menurut Dinas Kesehatan sudah mencapai 80 persen terus dikerjakan oleh 50 tukang bangunan.

Tembok dan atap sudah selesai dikerjakan dan hanya tinggal menyelesaikan beberapa item pekerjaan seperti pemasangan jendela dan pintu, pembuatan teras dan pengecetan beberapa tembok ruangan.

Selain ruang isolasi, Gugus Tugas Covid-19 juga telah memiliki 2 gedung untuk melakukan karantina mandiri serta sebuah Puskesmas yang pernah dipergunakan menampung warga yang kontak dengan pasien positif dan hasil rapid test reaktif.

Lihat juga...